!-- Header -->
Even Lumajang Mbiyen Dilaporkan ke Kejaksaan Ini Jawaban Kadispar
Hukum Lumajang Politik & Pemerintahan

Even Lumajang Mbiyen Dilaporkan ke Kejaksaan Ini Jawaban Kadispar

LUMAJANG  – Karena dokumen even “Lumajang Mbiyen” yang digelar di Gucialit beberapa waktu lalu dianggap tidak lengkap, even ini dilaporkan oleh beberapa orang  ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Lumajang.

Laporan tersebut dibenarkan oleh Kasi Pidsus Kejari Lumajang, Lilik D. Prasetio, SH.  Kepada sejumlah wartawan, di ruang kerjanya, kemarin, Ia menyampaikan adanya pengaduan tersebut dan sudah Ia baca.

Namun demikian, Pihak Kejari Lumajang belum bisa menindak lanjuti terkait hal tersebut karena harus menyelesaikan kasus tipikor lainnya.

“Iya benar ada pengaduan. Saya sudah baca. Tapi kami masih fokus pada kasus pasar, Pak Yosi. Kami masih bolak-balik Lumajang – Surabaya. Jadi, belum bisa menindak lanjuti laporan soal even Lumajang Mbiyen,” ujarnya kepada sejumlah wartawan.

Kalau kasus yang ditangani satu persatu selesai, pihaknya, kata Lilik, akan menindak lanjuti perkara tersebut. Bahkan Ia meminta  kepada wartawan untuk membantu lebih detail datanya.

Sementara itu, menurut  Gr (inisial), pejabat sekretariat bagian pengadaan waktu itu, menjelaskan, even Lumajang Mbiyen memang tidak ada dokumen SPSE nya.

“Waktu itu saya selaku pejabat pengadaannya saja. Yang melaksanakan Bidang Ekonomi Kreatif (Ekraf), Sarpras Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, PPK nya adalah Wiwin dan Agni. Dan memang benar di sistem gak ada kosong. SPSE kosong”, ungkapnya.

Gr sekarang berada di Disnaker Pemkab Lumajang. Dia menjelaskan, dana tersebut pagunya sebesar Rp. 400 juta.  Dibagi dua paket. Rinciannya Rp. 200 juta untuk Event Organizer (EO) dan yang Rp 200 juta lagi di buat untuk perlengkapan penyewaan alat pesta.

“Waktu itu saya lelang juga gak ada penawaran. Saya sudah menyarankan agar ditender ulang. Saya sudah konfirmasi ke PPK untuk di ulang lelang dan pelaksanaan di tunda. Tapi dari Dinas Pariwisata gak mau ya gak papa. Tapi kalau ada apa-apa tangung sendiri resikonya”, pungkasnya.

Bidang Ekraf Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, Wiwin, kemarin belum bisa ditemui karena sibuk rapat. “Bu Wiwinnya masih rapat dari pagi,” ujar salah seorang stafnya. Dikonfirmasi via WA, Rabu (5/2/2020) pagi, dia menyarankan langsung konfirmasi ke Kepala Dinas Pariwisata.

“Mohon maaf sesuai arahan p kadis… jenengan langsung menemui beliau saja”, tuturnya lewa WA. Kepala Dinas Pariwisata Lumajang, Bambang Sukamto, mengatakan memang tidak ada dokumen SPSE karena tidak menggunakan anggaran APBD. Bambang justru malah minta informasi siapa yang melaporkan masalah ini.

“Memang tdk ada krn sponsorship, tidak menggunakan anggaran apbd….. sy minta info siapa yang melaporkan nggeh. Konser prapatan juga tdk ada toh lpse toh”, jawabnya via WA.  Ia juga menyatakan, yang melaporkan ke kejaksaan itu bisa kena pasal.

“Sopo mas seng ngelaporno? Kan iso kena pasal2 tuh”, tukasnya nyantai dengan foto gif tertawa. Ditanya soal anggaran sebesar Rp 400 juta (Rp 200 juta untuk EO dan Rp 200 juta penyewaan peralatan), Bambang balik bertanya. “Ada gak di SPSE? Semua sponsorship”, imbuhnya.DIN

Post Comment