!-- Header -->
Festival Kopi Lumajang 2017 Meriah
Pendidikan dan Agama

Festival Kopi Lumajang 2017 Meriah

LUMAJANG, PEDOMANINDO.com – Festival Kopi Lumajang dan Ruwatan Massal 2017, di Alun-Alun Pemkab Lumajang selama 2 hari (Sabtu-Minggu, 7-8 Oktober 2017), menarik minat banyak pengunjung. Terutama di puncak acara ‘Nyruput Bareng 1.255 Cangkir Kopi Lereng Semeru (Kolesem).

Suara gong yang dipukul Bupati Lumajang Drs. H. As’at, M.Ag, menandai acara tersebut telah dibuka. Wakil Bupati Lumajang, dr. Buntaran Suprianto, M. Kes dan jajaran Forum komunikasi pimpinan (Forpimah di Badan Perwakilan Wilayah V Jember di Alun-alun Lumajang, ikut mendampingi bupati.

Bupati As’at menyampaikan, Festival Kopi sebagai upaya mempromosikan segala potensi Kabupaten Lumajang di antaranya KoLeSem.
Sebelumnya, di Dusun Tawon Songo, Desa Pasrujambe, Kecamatan Pasrujambe, telah memanen seribu Kopi Lereng Semeru jenis Robusta. Bahkan, ada sekitar 4 ribu hektar kopi di daerah Pasrujambe sudah dipanen dan diproses.

“Terima kasih kepada semua pihak yang sudah ikut memikirkan, DPRD yang telah berpartisipasi, Baperwil yang sudah hadir dan berpartisipasi mengikuti kegiatan festival ini, sehingga Lumajang menjadi sejahtera dan bermartabat,” kata Gus As’at.

Dalam gebyar kegiatan selama dua hari ini, sebanyak 1.255 cangkir kopi lereng Gunung Semeru dan asli hasil bumi Lumajang, bisa dinikmati oleh masyarakat Lumajang.

Nurwakid Ali Yusron, Plt Sekda Kabupaten Lumajang, menyampaikan, 1.255 cangkir kopi yang disuguhkan dalam kegiatan ini merupakan asli hasil bumi Lumajang.

“Semoga ini menjadi agenda rutin yang bisa nguri – nguri budaya, kita semakin cinta dan ‘like’ Lumajang sebagai wujud implementasi Hablum Minallah dan Hablum Minannas”, selorohnya.

Dia menyampaikan, Lumajang mempunyai potensi besar yakni kopi lereng Semeru jenis robusta. Kopi jenis ini bisa tumbuh di lereng Semeru. “Tanpa pestisida, betul–betul murni organik, aroma dan rasanya khas,” papar Nurwakid.

Oleh Karena itu dia mengajak masyarakat Lumajang untuk mencintai dan menyukai produk–produk Lumajang dengan Gerakan Chintami (Cinta Hasil Bumi Lumajang).

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lumajang, Ir. Paiman, menyampaikan, Festival Kopi 2017 semakin luar biasa. Denah kedai kopi yang telah disediakan oleh panitia, diamati dari atas membentuk angka 1.255.
Ini merupakan angka tahun lahirnya Negara Lamadjang. 1255 cangkir kopi pasti kurang, tapi panitia menyediakan tandon–tandon kopi sehingga seluruh masyarakat Lumajang bisa menikmati,” katanya.FIK