!-- Header -->
FKWL dan KOMPI Ingatkan Wartawan Bekerja Sesuai UU Pers dan KEJ
Hukum Peristiwa

FKWL dan KOMPI Ingatkan Wartawan Bekerja Sesuai UU Pers dan KEJ

Moch. Arif, Ketua FKWL

LUMAJANG, PEDOMANINDONESIA.COM – Kasus oknum wartawan yang melakukan tindak pidana penculikan dan upaya pemerasan warga Klakah, beberapa waktu yang lalu, mendapat respon dari Ketua Forum Komunikasi Wartawan Lumajang (FKWL), Moch. Arif. Dia menyampaikan keprihatinannya atas kejadian tersebut.

Wartawan JTV ini yang bertugas di Lumajang ini, mengatakan, profesi wartawan jangan sampai diciderai oleh dirinya sendiri, apalagi dalam tindakannya  membawa nama wartawan.

“Kerja wartawan itu ya mencari, menulis, dan mempublikasikan berita sesuai dengan kode etik. Maka jika ada oknum wartawan yang berbuat di luar tugasnya sebagai wartawan atau jurnalis, apalagi tindakan itu mengarah ke pidana, maka harus diserahkan kepada pihak terkait,” ungkapnya saat dimintai komentar kejadian tersebut.

Apapun itu, kata Arif, kejadin tersebut menjadi pelajaran pada semua wartawan, bahwa tidak ada wartawan yang kebal hukum. “Wartawan harus berkerja, tak hanya kompetensi teknik, tapi juga harus memiliki kompetensi etis,” pungkasnya.

Sementara itu, pengurus KOMPI (Komunitas Pers Independen) Kabupaten Lumajang, menjelaskan, kasus penculikan dan pemerasan yang melibatkan oknum wartawan, tidak bisa dibenarkan karena itu keluar dari tugas utama sebagai wartawan. Tugas utama wartawan itu adalah mencari, mengumpulkan, menulis dan mempublikasikan hasil tulisannya dalam bentuk cetakan/ media cetak, elektronik atau online.

“Bukan malah memeras, menakut-nakuti, apalagi sampai menculik dengan tujuan untuk memperoleh sejumlah uang,” ujar Priyo Suwoko, Penasehat KOMPI didampingi ketuanya, Syamsudin Nabilah.  Pada kasus penangkapan ini, menurut Suwoko, akan menjadi pelajaran berharga bahwa wartawan tidak bisa seenaknya sendiri dalam melakukan tindakan di luar tugas pokoknya.

“Ada etika yang harus dijalankan, namanya Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Ada UU Nomor 40 tahun 1999 Tentang Pers yang harus ditaati. Kalau kawan-kawan paham itu semua, tidak akan terseret ke persoalan hukum, begitupun sebaliknya,” ujar wartawan DOR ini. Woko, panggilan karibnya, menegaskan, aparat kepolisian tetap perlu kroscek dulu ke redaksi apakah yang bersangkutan masih tercatat dan aktif sebagai wartawan JK atau tidak.

“Saran kami dari KOMPI seperti itu, meskipun kasus yang menimpa RHH bukan menyangkut kesalahan dalam hal pemberitaan,” ujarnya lalu menambahkan agar kasus serupa tidak menimpa ke kawan kawab lain yang merasa sebagai jurnalis. DIN