!-- Header -->
Politik & Pemerintahan

Fraksi Gerindra Soroti Soal Madrasah di Banyuwangi

BANYUWANGI – Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jatim, Ahmad Hadinudin menggelar reses II anggota DPRD Provinsi Jawa timur masa jabatan 2019 – 2024. Setelah melakukan reses di Bondowoso dan Situbondo, Ahmad Hadinudin reses di 3 tempat di Banyuwangi, yakni di Kecamatan Purwoharjo, Glenmore, dan Bangorejo. Pada proses reses ini pihaknya mensosialisasikan beberapa hal penting kepada masyarakat.

Kepada PedomanIndonesia.com, dia menjelaskan, reses kali ini mensosialisasikan Inpres Nomor 06 Tahun 2020 dan Perda Nomor 2 Tahun 2020 Provinsi Jawa Timur tentang penyelenggaraan kententeraman ketertiban umum dan perlindungan masyarakat serta pelaksanaan Peraturan Gubernur Jatim No. 53/2020 tentang Penerapan Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

“Ya, mengingat ini masa pandemi kami sosialisasikan peraturan tentang protokol kesehatan supaya masyarakat tau. Supaya tidak terjaring razia mengingat dendanya juga luar biasa”, pungkasnya saat reses di Desa Gumukrejo, Kecamatan Purwoharjo.

Dia juga menyoroti proses pendidikan madrasah yang ada di Banyuwangi. Disampaikan,  banyak hal yang sudah dikembangkan tetapi pendidikan luput dari pantauan pemerintah daerah.

Dia juga sudah mencanangkan program untuk memajukan pendidikan madrasah di Banyuwangi. Program tersebut harapannya menggugah pemerintah daerah untuk fokus membangun SDM terlebih yang ada dalam pendidikan madrasah.

“Di Banyuwangi, sudah ada banyak istilah-istilah smart. seperti smart kampung dan sebagainya. Akan tetapi justru proses pendidikannya ini yang kurang diperhatikan”, terang Hadi, sapaan karibnya.

“Nah untuk kedepannya kita fokuskan pada pembangunan infrastruktur pendidikan madrasah, supaya kedepan juga bisa menjadi tempat yang nyaman”, tukasnya.

Dikatakan bahwa program untuk pendidikan madrasah sudah dipersiapkan. “Tahun depan kami akan mengadakan pilot project bersama Gus Maki Ketua NU Banyuwangi, untuk membuat laboratorium microteaching SMART MADRASAH. Ini adalah langkah kita untuk memajukan pendidikan madrasah yang ada di Banyuwangi”, tandasnya.

Lebih lanjut dipaparkan, program smart madrasah adalah program pelatihan bagi para pendidik di lingkup madrasah agar lebih menguasai pola pengajaran di era teknologi.

Dia memahami bahwa di era teknologi, seorang pendidik juga harus mengikuti perkembangan jaman. Maka diharapkan, dengan program tersebut para pendidik dapat lebih menguasai serta memahami bagaimana pola pendidikan di era yang serba digital ini.

Era konvensional sudah hampir tidak digunakan dan platform-platform sudah beralih dari konvensional menjadi era teknologi. Dimana kita ketahui bahwa anak didik juga erat dengan teknologi. Maka begitu juga pendidikan juga harus disinkronkan.

“Kedepan hal-hal seperti ini harus diperbaiki supaya proses pembelajaran bisa berjalan lebih efektif. Ini untuk memaksimalkan siswa dalam menangkap proses pembelajaran. Sehingga adaptasi di rumah dengan di sekolah ini nyambung”, tegasnya.

SOROTI MADRASAH : Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jatim Soroti Soal Madrasah di Banyuwangi. WAN-RED

Hadi juga mengatakan bahwa pihaknya terus berupaya dengan semua pihak agar program ini bisa terlaksana. Dia meyakini dengan sistem pendidikan yang baik, maka akan melahirkan generasi berkualitas.

“Bila proses pendidikan kita bagus, maka sedikit demi sedikit kita akan mampu mengejar ketertinggalan dalam membenahi proses pendidikan yang ada di Indonesia”, katanya.

Dia menambahkan, sebuah daerah akan maju bila Sumber Daya Manusia (SDM) mumpuni. Langkah ini juga sudah sering menjadi kajian baik dari pemerintah daerah maupun provinsi. Tinggal bagaimana nanti proses pelaksanaannya.

Menjelang momen pemilihan kepala daerah Anggota Fraksi Partai Gerindra itu berpesan supaya para kandidat calon itu memiliki misi besar untuk pembangunan sumber daya manusia.

“Pembangunan SDM semoga bisa menjadi prioritas, sehingga kedepannya daerah itu bisa lebih maju ditangan SDM yang mumpuni”, imbuhnya. WAN-RED

Post Comment