!-- Header -->
Lumajang Pendidikan dan Agama

Fraksi PKS Lumajang Dukung PPKM Dengan Catatan

LUMAJANG – Fraksi PKS Lumajang, mendukung sepenuhnya program yang telah dicanangkan oleh pemerintah terkait PPKM. Tetapi, ada beberapa tambahan yang kadang pemerintah melupakan.

“Misalnya terkait dengan peningkatan keimanan kepada Allah. Ini bayannya jelas, bahwasanya sesuatu ini sesuai apa yang dikehendaki Allah. Maka kita juga harus minta kepada Allah untuk bermunajat Covid-19 ini segera dicabut Allah dari muka bumi ini. Juga ketakwaan kita. Jangan hanya ketergantungan kepada medis. Ada nilai-nilai ketawakalan kita kepada Allah, di samping upaya yang maksimal itu harus kita jalankan. Ikhtiar itu juga harus, termasuk misalnya menjalankan pola hidup yang sehat. Itu juga sudah ada bayannya lengkap. Bahkan sampai istirahat secara cukup itu juga disampaikan oleh dewan syariah pusat. Jadi benar-benar diminta untuk pola hidup ini benar-benar dijaga sebagaimana yang telah diajarkan oleh agama Islam”, kata Drs. Husnul Khuluk, anggota DPRD Kabupaten Lumajang.

Terkait dengan jaga jarak misalnya, Husnul mengatakan, nabi sendiri ketika ada wabah di sebuah desa harus menjaga jarak. Jangan sampai menantang wabah itu.

DUKUNG PPKM DENGAN CATATAN : Khusnul Khuluk, Fraksi PKS DPRD Lumajang. DIN

Cuman ada beberapa harapan dari PKS kepada pemerintah, baik pusat maupun daerah. Ada tindakan yang memang terukur, cepat, tepat, cermat, terorganisir dengan baik.

“Karena saya melihat ini setengah-setengah. Katanya menerapkan undang-undang karantina tetapi kenyataannya juga ndak. Orang tidak boleh keluar tetapi hal-hal yang lain juga tidak diperhatikan”, pungkasnya.

Juga terkait bagaimana pemimpin di negeri kita, baik di tingkat pusat maupun daerah, untuk memberikan contoh. Jangan sampai orang nggak boleh berkerumun, tapi dia berkerumun. Aparat penegak hukum itu juga diharapkan menjalankan tugasnya dengan serius.

“Jangan tebang pilih. Karena banyak lah contoh-contoh di Indonesia ini. Misalnya kasus Habib Riziq itu tebang pilih. Sementara yang lain banyak melakukan hal itu”, ungkap mantan aktivis mahasiswa ini.

Mengenai akan ditiadakannya Shalat Idul Adha, Husnul khuluk, menegaskan, pihaknya diminta untuk melihat sikon (situasi dan kondisi). Kalau memang sikonnya masyarakat disitu zona hijau shalat idul Adha bisa dilaksanakan, dengan catatan tetap patuh pada protokol kesehatan.

“Tetapi, yang mungkin daerahnya dinyatakan sudah zona merah atau hitam, sebaiknya dilaksanakan di rumah saja. Begitu pula di Klakah tempat tinggal saya, nanti kita lihat sikon menjelang idul adha. Bila zona hijau shalat ied bisa kita laksanakan. Kalau zona merah shalat Ied nya di rumah”, paparnya. RED

Post Comment