!-- Header -->
Lumajang Peristiwa Politik & Pemerintahan

Fraksi PKS Lumajang : Segera Lock Down…!!

LUMAJANG –  Semakin merebaknya virus corona di beberapa kabupaten di Indonesia, termasuk di Kabupaten Lumajang, membuat Fraksi PKS mengambil langkah proaktif. Melalui Ketua fraksinya, Drs. Khusnul Huluk, mengungkapkan, pemerintah semestinya sudah harus melakukan lock down. Mengingat, sebaran coronavirus makin tak terbendung, bahkan data terakhir sudah hampir mendekati 700 positif terkena virus Corona.

“Pemerintah Kabupaten Lumajang semestinya sudah harus melakukan lock down. Kenapa? agar virus ini tidak menyebar kemana-mana. Apalagi, informasi yang saya terima, hari ini, mayoritas  kecamatan di Lumajang itu sudah dalam pantauan. Hanya beberapa kecamatan yang tidak terdeteksi adanya virus ini masuk. Oleh karena itu, saya meminta pemerintah segera melakukan lock down”, paparnya.

Khusnul Huluk juga sudah meminta kepada Ketua DPRD Lumajang, Anang Ahmad Syaifuddin agar segera menggelar rapat terkait dengan situasi terkini menyangkut corona virus. “Saya sudah meminta agar ketua dewan segera menggelar rapat. Mengambil sikap. Bagi fraksi PKS,  sudah waktunya lock down”, tukasnya.

Tentu saja, kata Khusnul Huluk, ketika dilakukan lock down maka pemerintah harus menyiapkan segala sesuatunya, termasuk memberikan subsidi kepada masyarakat, terutama masyarakat miskin yang sudah terdata. “Jadi, selama 14 hari kedepan misalnya, maka mereka perlu disubsidi,” paparnya.

Pemberlakuan lock down tanpa pemberian subsidi, ungkap Khusnul Huluk, akan sia-sia. Apalagi masyarakat miskin yang hari ini bekerja hari ini pula dimakan. Besok bekerja hari besok pula dimakan. “Jadi, lock down juga harus diikuti oleh langkah pemerintah untuk memberikan subsidi”, tuturnya.

Ketua DPD PKS Lumajang ini mencontohkan di beberapa kabupaten lain seperti Malang, DKI Jakarta, dan kabupaten-kabupaten lain, sudah diberlakukan aturan agar masyarakatnya tidak keluar rumah selama 14 hari. Bahkan mereka melakukan operasi gabungan yang terdiri dari TNI Polri, Pol PP dan beberapa pihak lainnya.

CORONAVIRUS : Sebaran vovid 19 di Kabupaten Lumajang. FPKS minta Pemkab melakukan lockdown.RED

“Mereka benar benar melarang masyarakatnya berkumpul melakukan kegiatan yang yang mengundang keramaian”, selorohnya. Khusus di Lumajang sepertinya, kata Husnul Khuluq, Coronavirus dianggap hal biasa apalagi tidak ada korban jiwa seperti daerah lain.

“Karena tidak ada korban atau yang positif akhirnya mereka tetap melakukant kegiatan yang mengundang keramaian. Peringatan untuk supaya tidak bergerombol,atau larangan untuk tidak membuka usaha seperti kafe, restoran, dan sebagainya tetap tidak diindahkan. Alasan pas. Masyarakatnya belum ada yang meninggal akibat virus corona, pun himbauan pemerintah sekedar himbauan tanpa ada solusi pemerintah atas larangan tersebut”, jlentrehnya.

Khusnul Huluk juga menilai, penyemprotan disinfektan selama ini hanya formalitas dan tidak merata ke seluruh wilayah yang ada di Lumajang. Setelah penyemprotan selesai. “Padahal menurut saya, itu belum cukup. Ada langkah lanjutan,” pungkasnya.

Ditanya dari mana anggaran untuk memberikan subsidi kepada masyarakat jika diberlakukan lockdown, dia  menyampaikan, pemerintah punya anggaran penanggulangan bencana. Itu dulu dibuat untuk pencegahan virus corona.

“Ini sangat mendesak dilakukan. Masyarakat juga di harus dipahamkan bawah ini persoalan serius. Tidak main-main,” pungkasnya. Dari data yang ada, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 50 orang, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 5 orang, dan positif covid-19 tidak ada (0), meninggal dunia 1 orang.

Jumlah ODP tersebar di 15 kecamatan. Sedangkan PDP di 4 kecamatan (Lumajang, Sukodono, Tempeh, Kedungjajang). Sementara Kecamatan Tekung, Tempursari, dan Yosowilangun (3 kecamatan) masih bebas.

“Melihat kondisi ini, maka semua pihak, termasuk di dalamnya ulama, pejabat publik, TNI Polri,tokoh parpol, ormas, LSM, tokoh pemuda, tomas, komunitas komunitas, dan lainnya untuk bisa bekerja sama dan melakukan sosialisasi pencegahan covid-19”, imbuh mantan aktivis mahasiswa ini. DIN

 

 

Post Comment