!-- Header -->
Lumajang Peristiwa Politik & Pemerintahan

Gempa Merusak 1.720 Rumah, Bupati : Seminggu Ini Kita Selesaikan Validasi Datanya

Advertisement

LUMAJANG – Gempa Lumajang
yang terjadi pada Sabtu lalu, mengakibatkan 1.720 rumah rusak. Ada yang rusak berat, sedang, dan ringan. Lokasi yang paling terdampak terjadi di Pronojiwo, Tempursari, dan Pasrujambe.

Data ini disampaikan saat rilis di Kantor Pemkab Lumajang, Selasa (13/4/2021) sore. Atas kondisi tersebut Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, menyampaikan, dalam waktu 1 minggu kedepan validasi data kerusakan akan diselesaikan.

“Kita terus validasi data-data tersebut. Dalam satu minggu ini kita selesaikan”, ujar Cak Thoriq, panggilan karibnya, didampingi Dandim, Kapolres, Wabup Indah, Sekda, dan BAZNAS Lumajang, di hadapan sejumlah wartawan.

Disampaikan, pihaknya melakukan verifikasi langsung ke lapangan melalui Dinas Pemukiman dan mengkroscek data-data baru yang masuk.

“Dinas Pemukiman langsung meninjau terhadap data-data yang masuk. Karena, kemarin ada data dari relawan yang masuk. Oke kami terima. Setelah dikroscek, ternyata ada yang double. Ada nama suami dan istri sama-sama ditulis. Makanya kita kroscek betul”, ujarnya.

Diakuinya, memang ada beberapa rumah yang lokasinya di lereng gunung yang mungkin sebelumnya tidak tercatat dan belum di datangi. “Makanya nanti kita bagi titik-titik yang akan Saya datangi bersama Bunda Indah, Pak Dandim dan Kapolres serta mana saja lokasi yang akan didatangi Pak Sekda dan  pihak BPBD”, ungkapnya.

Ditanya soal masyarakat yang masih swadaya dan tidak mau di penampungan (memilih menempati gubuk-gubuk yang mereka buat sendiri), Cak Thoriq menyampaikan, alasan mereka karena barang-barangnya belum dilakukan pembersihan.

“Maka evaluasinya kita dengan Pak Dandim, Pak Kapolres, Bunda Indah, posko didekatkan dengan lokasi bencana atau didekatkan dengan lokasi rumah-rumah mereka dengan mendistribusikan alat masaknya dan barang-barang atau sembakonya. Supaya apa? Supaya mereka ikut menjadi bagian kebersamaan dengan pemerintah. Ibu-ibunya masak untuk kebutuhan mereka, sementara suaminya bersama TNI-Polri ikut membersihkan rumah rumah mereka”, tukas pria yang punya hobby sepak bola ini.

TARGET SEMINGGU : Pemkab Lumajang menargetkan seminggu validasi data kerusakan rumah korban gempa selesai. RED

Disinggung soal masih ada warga terdampak yang tidak mendapatkan bantuan karena lokasinya terpencil, Bupati menyampaikan, kalau bantuan yang dimaksud material untuk perbaikan rumah kemungkinan memang belum.

“Karena selama beberapa hari ini pemerintah menyelesaikan kebutuhan makanannya dulu. Ini kita selesaikan dulu soal kebutuhan makan sehari-hari mereka. Setelah itu, kita fokus pembersihan rumah-rumah yang betul-betul hancur. Kita cari tempat mereka untuk tinggal sementara. Yang penting layak bagi untuk tempat tidur bersama keluarganya”, ungkapnya.

Berikutnya, ujar Cak Thoriq, dilakukan pemetaan bagi yang perlu dibantu bantuan material. Tapi materialnya akan ditentukan, misalnya semen, kayu atap rumah, dan yang lain sebagai kebutuhan dasar perbaikan rumah.

“Tapi ingat, sasarannya membantu secara terukur agar ada rasa keadilan. Tidak semua yang diminta dipenuhi total semuanya. Tentu tidak. Supaya ada rasa keadilan itu tadi”, paparnya.

Bupati menambahkan, bila ada warga Lumajang atau siapapun yang merasa rumahnya terdampak gempa dipersilahkan melaporkan ke pihak desa setempat untuk dicek keberadaan dan kebenarannya. RED

Post Comment