!-- Header -->
Komunitas

Gerakan Milenial Nusantara Tolak Politik Dinasti

BANYUWANGI – Berawal dari kekhawatiran akan matinya demokrasi di Banyuwangi akibat nepotisme, kelompok pemuda dan mahasiswa membuat gerakan TOLAK POLITIK DINASTI sebagai upaya pengawalan demokrasi di Banyuwangi.

Bondan Madani Koordinator Gerakan Milenial Nusantara, Rabu (12/08/2020), menuturkan dinasti politik adalah kekuasaan yang secara turun temurun dilakukan dalam kelompok keluarga yang masih terikat dengan hubungan darah. “Ttujuannya untuk mendapatkan atau mempertahankan kekuasaan”, ujarnya.

Sebagai generasi penerus, tentu sangat mengkhawatirkan bila praktek politik dinasti sampai terjadi di Banyuwangi. Kepada PedomanIndonesia.com, Bondan menyampaikan beberapa poin yang menjadi dasar kekhawatiran kaum milenial terhadap politik dinasti.

“Tiga poin utama yang membuat kami, kaum milenial, harus melakukan gerakan ini. Bahwa politik dinasti membunuh demokrasi, menghianati perjuangan reformasi, dan rawan dengan praktek-praktek korupsi,” ujar Bondan.

Gerakan ini diipelopori oleh Gelombang Milenial Nusantara (GAMAN) dan Gerakan Rakyat Biasa (GARAB). Merangkul Generasi muda, mahasiswa, komunitas pemuda dan karang taruna untuk mengawal politik di Banyuwangi.

TOLAK POLITIK DINASTI : Gerakan Milenial Nusantara, menolak Politik Dinasti di Banyuwangi, Jatim. RED

Dijelaskan, yang tergabung dalam gerakan Tolak Politik Dinasti beberapa mahasiswa dari berbagai kampus di Banyuwangi, beberapa komunitas, dan karang taruna, di beberapa kecamatan di Banyuwangi. Dan yang mempelopori gerakan ini adalah Gelombang Milenial Nusantara (GAMAN) dan Gerakan Rakyat Biasa (GARAB)”, pungkas Bondan.

“Saya melihat praktek-praktek dinasti yang saat ini ingin diterapkan di Banyuwangi. Maka sejauh ini, kami bersama tim berkomunikasi dan mengumpulkan beberapa komunitas dan karang taruna yang satu pandangan dengan kami. Nantinya, ketika sudah penetapan Paslon Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi kami akan melakukan tour ke semua kecamatan di Banyuwangi untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat dan dampak positif maupun negatif dari praktek politik dinasti,” ujarnya.

Mereka berharap Banyuwangi mendapatkan pemimpin yang amanah dan mampu membawa perubahan untuk Banyuwangi. terlebih pemimpin yang tidak melakukan praktek-praktek nepotisme.

“Semoga terpilih pemimpin yang benar-benar amanah dan mampu membuat perubahan untuk Banyuwangi. Pemimpin yang benar-benar merakyat. Jangan antikritik ataupun antidemonstrasi. Karena sewaktu kami melakukan demonstrasi tidak pernah para demonstran ditemui,” imbuhnya. WAN-RED

Post Comment