!-- Header -->
Gerindra Bisa Kehilangan Posisi Ketua Komisi A DPRD Lumajang
Lumajang Politik & Pemerintahan

Gerindra Bisa Kehilangan Posisi Ketua Komisi A DPRD Lumajang

bgtLUMAJANG – Nur Fadilah, Ketua Komisi A DPRD Lumajang yang mengundurkan diri setelah terpilih beberapa waktu lalu, dibenarkan oleh Wakil Ketua DPRD Lumajang H. Ahmat, ST. Menurutnya, pengunduran diri Nur Fadilah tersebut merupakan hak dia.  Persoalan apakah pengunduran dirinya itu atas keinginan dia sendiri ataupun desakan dari Partai Politiknya (Gerindra), pihaknya,  kata H. Ahmat, bukan ranahnya untuk membahas.

“Kita masing-masing partai politik itu punya anggaran dasar dan anggaran rumah tangga. Masing-masing punya AD ART. Jadi, kami tidak dalam kapasitas membahas alasan tersebut. Apalagi melakukan intervensi. Secara normatif kita akan proses lagi”, ujarnya kepada sejumlah media, Kamis (10 Oktober 2019) siang.

Dijelaskan, setelah pengunduran diri Nur Fadilah, maka pihaknya akan segera memproses lewat paripurna. Sesuai aturan, tidak boleh terjadi kekosongan di alat kelengkapan dewan termasuk di komisi A. Oleh karena itu, sesuai mekanisme nanti ada Banmus. Banmus akan segera membahas pengganti dari Nur Fadilah. Sesuai mekanisme yang ada, partainya Nur Fadilah mengusulkan kembali nama pengganti dia. Nama tersebut sesuai tatib, diparipurnakan untuk dipilih kembali.

“Kan unsur pimpinan, ketua, sekretaris, wakil ketua itu dipilih dari dan oleh anggota. Maka merekalah yang akan memilih nanti”, ungkap Ketum DPC PPP Lumajang ini. Dikatakan, senyampang proses pergantian itu belum dilakukan atau badan musyawarah belum mengagendakan pergantian itu, maka posisi Nur Fadilah masih tetap sebagai Ketua Komisi A DPRD Lumajang definitif.

Berapa lama mekanisme pergantian itu bisa dituntaskan? H. Ahmad mengatakan, sesuai dengan renja (rencana kerja) dan Banmus kapan mengagendakannya.  “Insya Allah besok ada Banmus. Melalui Badan Musyawarah inilah kemudian menjadwalkan kegiatan demi kegiatan. Jadi perkembangannya nanti di Banmus”, paparnya.

Karena Nur Fadilah sudah menyatakan mengundurkan diri,  maka dia tidak bisa dipilih kembali sebagai Ketua Komisi A DPRD Lumajang. Apakah ada kemungkinan Ketua Komisi A diisi oleh Parpol lain selain Gerindra? “Kemungkinan bisa. Bisa jadi. Kita selaku pimpinan hanya memfasilitasi proses terbentuknya alat kelengkapan dewan. Persoalan nanti siapa yang dipilih itu kita serahkan kepada anggota. Karena ini sifatnya oleh dan dari anggota. Tapi, jika dikembalikan kepada komitmen awal  diserahkan kepada pimpinan yang diatas, kita akan intruksikan kepada anggota “iki pilih”, imbuhnya.

Bagaimaina jika pengganti Nur Fadilah dari kader Gerindra tapi posisinya saat ini ada di komisi lain? Disodori pertanyaan ini, politisi muda ini, menegaskan, jika ini yang terjadi, pihaknya akan berkonsultasi dulu apakah bisa atau tidak. “Kita akan konsultasikan dulu”, tuturnya.

Sekedar mengingatkan, yang digadang-gadang (direkom) Gerindra menjadi Ketua Komisi A DPRD Lumajang adalah Gatot. Namun, rapat parpurna di Komis A, beberapa waktu lalu, meminta agar dilakukan pemilihan tertutup bukan aklamasi. Karena forum mayoritas menghendaki pemilihan tertutup, akhirnya dilakukan pemilihan tertutup hingga terpilihnya Nur Fadilah yang masih separtai dengan Gatot. Namun, dalam perjalanannya, Nur Fadilah menyatakan mengundurkan diri dari Ketua Komisi A. DIN

Post Comment