!-- Header -->
GSNI Lumajang Terus ‘Kepakkan Sayap’
Komunitas Pendidikan dan Agama

GSNI Lumajang Terus ‘Kepakkan Sayap’

LUMAJANG, PEDOMANINDO.com – Suasana keakraban dan kehangatan tercipta dalam pertemuan Alumni Gerakan Siswa Nasional Indonesia (GSNI), Kader GSNI Lumajang dan Persatuan Alumni GMNI Lumajang Sabtu (7/10/2017), di Sekretariat DPC GSNI Lumajang, Jalan Gajah Mada No. 23 Kelurahan Kepuharjo Lumajang, Jawa Timur.

Pertemuan tersebut dikemas dalam bentuk diskusi sejarah GSNI dengan pemateri Bung Hariyadi, Mantan Camat Sumbersuko sekaligus Mantan Ketua DPC GSNI Lumajang Periode 1970-1972.

“Pertemuan antar Alumni dan Kader GSNI kami kemas dalam bentuk diskusi tentang sejarah GSN. Kami juga mengundang PA GMNI dan mahasiswa calon pendiri GMNI Cabang Lumajang”, ujar M. Agil Zawawi, Ketua Umum GSNI Lumajang.

Hariyadi bangga dan terharu ketika mendengar GSNI di Lumajang berdiri lagi. Menurutnya, GSNI Lumajang dulu pernah besar, akan tetapi setelah ada aturan dari Menteri Pendidikan yang mengharuskan siswa untuk berorganisasi Pramuka dan OSIS, maka GSNI vakum.

“Dan anggota GSNI Lumajang mayoritas di sekolah negeri. Organisasi yang lain bisa terus melakukan kaderisasi seperti IPNU dan IPPNU dilakukan di madrasah di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif dan IPM melakukan kaderisasi di sekolah-sekolah dibawah naungan Muhammadiyah. Sedangkan GSNI tidak memiliki lembaga pendidikan untuk melakukan proses kaderisasi”, ujar Camat Sumbersuko yang purnatugas tahun 2007 ini.

Diskusi sejarah GSNI diikuti 25 kader GSNI Lumajang. Bung Hariyadi memberi motivasi dan mengajak kepada segenap kader GSNI Lumajang agar tetap menjalin komunikasi baik antara Alumni GSNI, PA GMNI dan GMNI Lumajang untuk mempererat ikatan persaudaraan agar tumbuh dan berkembang para insan muda kader nasionalis yang akan meneruskan kiprah para seniornya  berjuang mengawal Pancasila.

Hariyadi menjelaskan, GSNI merupakan organisasi yang terbentuk dari hasil fusi antara Ikatan Pelajar Nasional Indonesia (IPNI) yang berpusat di Yogyakarta dan Gerakan Siswa Nasional (GSN) yang berpusat di Surabaya. Sehingga pada 2 Januari 1959 ditetapkan sebagai lahirnya GSNI yang berasaskan Pancasila 1 Juni 1945.

“GSNI lahir 2 Januari 1959 dari hasil peleburan 2 organisasi yaitu IPNI dan GSN, GSNI berasaskan Pancasila 1 Juni 1945 dan GSNI adalah organisasi yang setia mengawal ajaran Bung Karno yaitu Marhaenisme”, paparnya.

GSNI merupakan wadah untuk membina dan memupuk rasa persatuan, rasa kebhinnekaan dan rasa kecintaan para pelajar kepada Bangsa Indonesia. YOP