!-- Header -->
Lumajang Politik & Pemerintahan

Gubernur Jatim : Masih Ada Rp 2,4 Triliun Dagulir

Advertisement

LUMAJANG – Seluruh bansos dipastikan sudah diterimakan dengan baik. Bukan hanya dikirim tapi sudah diterima oleh yang berhak. Hal ini disampaikan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dalam acara penyerahan secara simbolis berbagai bantuan, di Pendopo Kabupaten Lumajang, Minggu, 27 September 2020.

Dikatakan, dana bergulir seperti simpan-pinjam, perlelean, perkebunan semua diharapkan berseiring dengan upaya menggerakkan perekonomian kita. Sehingga kesejahteraan tetap bisa dilapisi.

“Ada kontraksi ekonomi memang. Di berbagai negara di sana cerita reses. Lebih dari reses di sana cerita depresi. Kalau di Lumajang ada cerita terasi. Setelah resesi ada depresi dan kontraksi ibu-ibu bilang “Bu Khofifa, di dapur ada trasi”, ujarnya bercanda.

Yang ingin saya katakan, ungkap Khofifah, ekonomi dunia mengalami dinamika luar biasa. Kalau di Jawa kontraksi seluruh provinsi terjadi. Di Jawa Timur nilai kontraksinya minus 5,90 dan ini merupakan kontraksi paling rendah di antara provinsi se Jawa.

“Ini adalah suasana yang harus kita lakukan perimbangan, terutama ekonomi masyarakat Lumajang pokoknya ditoto, dimonitor, digerakkan. Itu yang paling benar. Kalau kita hanya diskusi resesi, depresi, kontraksi, tidak akan ada selesainya. Pokoknya ditata. Dari UMKM, ultra mikro mikro kecil, ayo ditoto”, ungkapnya.

PASTIKAN DELIVERED : Khofifah pastikan semua bantuan kepada masyarakat terdelivered. DIN

Khofifah mengatakan, dana bergulir masih banyak. Ada sekitar Rp 2,4 triliun seperti yang disampaikan oleh pihak Dirut Bank Jatim. Oleh karena itu Khofifah mengajak pelaku UMKM Lumajang yang memang memungkinkan untuk bisa dikoordinasikan mengakses sesuai dengan persyaratan yang ada di dagulir (dana bergulir) dipersilahkan.

“Saya minta tolong agak proaktif melakukan koordinasi. Mana yang memungkinkan bisa disupport dagulir. Saya minta tolong diberi ruang. Mereka mungkin mau konsultasi bikin proposal dan seterusnya dan seterusnya. Agak proaktif karena suasananya membutuhkan proses percepatan percepatan”, ungkapnya.

Begitu juga bagi yang sudah masuk di dalam program PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) ada hibah Rp 2,4 juta. Semuanya disisir. “Saya ingin semuanya terdelivered, bukan hanya terkirim.Tapi sudah sampai ke penerima. Itulah yang saya inginkan,” paparnya.

Disampaikan, pergerakan ekonomi harus berjalan tapi pengendalian covid 19 harus dilakukan. Pakailah masker yang aman dan benar. Menjaga jarak yang aman dan mencuci tangan dengan air mengalir. Itu kunci untuk memutus rantai penyebaran covid-19.

Khofifah juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh instansi vertikal, pihak BPN, BPJS ketenagakerjaan, Kanwil Kemenag, Bank Jatim, Bank UMKM yang hadir.

“Ini sinergitas. Ini kolaborasi yang memang harus dilakukan. Hari ini hindari kemungkinan berjalan sendiri-sendiri. Semuanya mesti nyambung, terkoneksi. Dengan demikian ada efektivitas dari program yang diberikan oleh pemerintah. Semoga ini bermanfaat dan barokah,” paparnya.

Di akhir sambutannya, Khofifah, sambil tertawa kecil, mengatakan, para ibu dan bapak-bapak yang menerima sertifikat dan ingin melakukan koordinasi untuk meningkatkan usaha silakan koordinasi dengan pihak bank mana saja.

“Kalau itu bisa meningkatkan usaha dan produksi usaha panjengan, monggo. Itu sudah sah. Kepemilikan sertifikat itu legal, sah. Kalau bisa meningkatkan produktivitas Monggo dimanfaatkan. Kalau dulu dikenal sertifikat di sekolahkan”, tutur Khofifah seraya menambahkan agar trijuang/trisula bisa berjalan dan menjadi penguat.

Yang dimaksud trijuang/ trisula adalah terjaganya stabilitas, bergeraknya ekonomi, dan terkendalinya covid 19. DIN

Post Comment