!-- Header -->
Advertisement
H. Rofik Sampaikan Visi – Missi Cabup Di Partai Gerindra
Politik & Pemerintahan

H. Rofik Sampaikan Visi – Missi Cabup Di Partai Gerindra

H. Rofik : Lumajang Butuh Bupati Enterphreneur

LUMAJANG, PEDOMANINDO.com – Hari ini, Minggu (13/8) H. Rofik Abidin memperkenalkan diri kepada Partai Gerindra Lumajang, Jawa Timur, di salah satu rumah makan di Lumajang. Dengan perkenalan ini diharapkan Partai Gerindra mengusungnya menjadi c0lon Bupati Lumajang 2018 mendatang.

H. Rofik secara runtun memaparkan dirinya sejak kecil hingga menjadi Ketua PCNU Lumajang tahun 2002 dan anggota DPRD Jatim dari PKB. Dia menjadi Ketua Umum PCNU Lumajang hanya 1 periode. Setelah itu dia menceburkan diri di PKB (kini pindah ke PPP).

Di hadapan para pengurus DPC Partai Gerindra Lumajang, Rofik menyampaikan bahwa bupati itu lebih banyak mengurus pemerintahan dalam tataran kebijakan. Untuk itu Ia tidak harus berasal dari kalangan birokrat.

“Lumajang ini butuh bupati yang enterphreneur. Tapi di Lumajang sejak dulu berasal dari birokrat dan bisanya memberhentikan, memindah pejabat kepala SKPD sehingga pemerintahan tidak kondusif,” ungkapnya.

Sebagai calon bupati, dirinya, ungkap H. Rofik, ingin menciptakan Lumajang damai, Lumajang baru, Lumajang makmur. Apalagi kabupaten ini kaya segalanya. “Lumajang ini terkaya se Jawa Timur. Ada pertambangan, pertaniannya subur, tempat wisatanya banyak dan bagus-bagus. Ini butuh seorang bupati yang enterphreneur agar Lumajang makmur,” pungkasnya.

Dikatakan, sebagai calon bupati Lumajang dirinya tidak akan muluk-muluk memberikan janji apalagi sampai menebar uang agar masyarakat memilihnya.

“Janji dan target saya bagaimana rakyat Lumajang bisa makmur,” paparnya. Tapi dia menggaris bawahi, dalam pencalonan bupati kali ini dirinya tidak datang dengan tangan kosong. Uang memang bukan segalanya, tapi segala-galanya membutuhkan uang.

“Jangan nomer satukan uang. Uang bukan segalanya tapi segala galanya butuh uang. Yang penting bagaimana kepentingan Lumajang diutamakan. Jangan gadaikan suara anda Rp 50 ribu untuk 5 tahun kedepan. Kalau dihitung-hitung uang Rp 50 ribu dibagi 5 tahun masa jabatan bupati maka perbulan hanya mendapatkan uang Rp 1.000,” pungkasnya. SYAM