!-- Header -->
Kesehatan Lumajang Peristiwa Politik & Pemerintahan

Hanya 2 Kecamatan Yang Bebas Covid-19

LUMAJANG – Hingga 14 September 2020 perkembangan covid-19 di Kabupaten Lumajang, terus meningkat. Dari data yang ada, tercatat 312 kasus terkonfirmasi covid-19. Rinciannya : sembuh 52%, isolasi rumah 21 %, isolasi rumah sakit 19 %, dan meninggal dunia 8 %.

Saat acara pembahasan soal covid-19, di hadapan Bupati dan Wabup Lumajang beserta seluruh jajaran Forkopimda, Sekda Lumajang, Drs. Agus Triyono, menyampaikan, bulan Maret 2020 yang terkonfirmasi saya banyak 3 orang, April 2020 sebanyak 18 orang (meninggal dunia 3 orang), Mei 2020 sebanyak 24 orang (1 orang meninggal dunia), Juni 2020 sebanyak 13 orang, dan Juli 2020 sebanyak 84 orang (meninggal dunia 10 orang), Agustus 2020 sebanyak  75 orang (meninggal 8 orang) dan September 95 orang (meninggal dunia 3 orang).

“Jumlah total 312 orang terkonfirmasi dan total yang meninggal 25 orang”, ungkap Drs. Agus Triyono.

Kasus covid-19 tertinggi terjadi pada bulan September, sedangkan dan bulan Juni rendah. Hal ini dimungkinkan karena pada pembatasan sosial pada beberapa wilayah sekitar.

Berdasarkan usia-sebagian besar (43 %) kasus usia lansia (46 – 65 tahun), sebagian kecil usia manula, balita, dan anak-anak.

“Hal itu juga berlaku pada data kematian, dengan rincian : 77% usia lansia, 14% dewasa (26 sampai 45 tahun), 9 % manula (65 tahun), usia anak anak dan balita kosong atau nol)”, paparnya.

Dipaparkan, berdasarkan kecamatan di lingkup Kabupaten Lumajang, data covid-19 hampir seluruh kecamatan terkonfirmasi. Kasus terbanyak di kecamatan Lumajang, Jatiroto, Kunir, Pasirian, Sukodono, Tempeh, dan Candipuro. Sedangkan kecamatan tanpa kasus covid-19 adalah Pasrujambe dan Ranuyoso (lihat data di bawah). “Sejak Maret hingga September tidak satupun yang terkonfirmasi covid-19″, ungkapnya.

Dipaparkan, claster menonjol Pasar Kunir, IB Jatiroto (faktor resiko perjalanan Surabaya) dan nakes (tenaga kesehatan), kluster perkantoran yakni Pengadilan Agama 6 kasus. Kasus lain menyebar dengan pola yang belum dapat disimpulkan secara epidemiologi”, tutur  dr.  Halimi, Direktur RSUD dr. Haryoto Lumajang.

Melihat perkembangan Covid-19 di Lumajang yang semakin banyak, maka pemerintah kabupaten bersama Forkopimda dan aparat kepolisian-TNI, akan menggalakkan operasi masker plus denda dan sanksi sosial bagi yang melanggar. DIN – RED

Post Comment