Advertisement
!-- Header -->
Politik & Pemerintahan

Harmonis, Semua Keinginan Legislatif Dipenuhi

JEMBER – Bupati Jember H. Hendy Siswanto, pada saat sidang paripurna, Jum’at (13/8/2021), menyampaikan rasa senang karena ada keharmonisan antara eksekutif dan legislatif.

“Pada hari ini saya sangat berbahagia hubungan eksekutif dan legislatif sejak lima bulan saya menjabat menunjukan keharmonisan,” ujarnya.

Hendy panggilan karibnya,   mengatakan, hubungan ini merupakan kolaborasi yang baik antar lembaga sesuai dengan posisinya masing-masing.

Sidang paripurna kali ini  membahas kesepakatan awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2021-2026, di gedung DPRD pada Jumat (13/08/2021).

HARMONIS : Sidang Paripurna DPRD Jember membahas RPJMD. Mereka terlihat harmonis. RED

Hadir pula Wabup MB Firjaun Barlaman dan Sekdakab Ir. Mirfano mendampingi bupati Anggota dewan yang hadir langsung 9 orang dan 34 anggota dewan lainnya mengikuti secara daring. Sesuai aturan, sidang  memenuhi kuorum.

Sidang paripurna agendanya  penandatanganan nota kesepakatan rencana awal RPJMD Kabupaten Jember 2021-2026.

Dokumen perencanaan lima tahunan ini menjadi panduan  pemerintah daerah dalam menjalankan urusan pemerintah daerah dan menjadi dasar penyusunan, perencanaan, penganggaran. dan kegiatan tahunan pemerintah.

Dalam pembahasan RKJMD forum Sidang pleno DPRD,  muncul koreksi-koreksi yang sifatnya penyempurnaan/  melengkapi.

Sebetulnya, RJMD ini merupakan kewenangan eksekutif. Namun, yang perlu disadari adalah berbagai koreksi yang dilakukan oleh legislatif  semuanya membawa misi membangun Jember.

Koreksi dan kesempurnaan RPJMD antara lain masalah lembaga pondok pesantren untuk lebih diprioritaskan mendapatkan bantuan. Jumlah pesantren yang ada kurang lebih 1.100 pesantren. Pesantren ini diharapkan menjadi penggerak sisi pendidikan dan ekonomi.

Lalu usulan dan permintaan terkait dengan hibah dan pokir (pokok pikiran) dari legislatif juga ikut dibahas.

“Apapun yang diminta oleh anggota dewan, semuanya akan kami penuhi dan turuti. Karena apa yang diminta itu bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk kepentingan pembangunan dan masyarakat. Apalagi, esensi dari eksekutif dengan legislatif sama saja. Tidak ada beda”, tuturnya.

Dijelaskan, dalam RPJMD hanya menyebutkan hal-hal pokok. Tidak bicara besaran tetapi secara makro. Secara mikro nanti di APBD (setiap tahunnya.

“RPJMD Jember harus selaras dengan RPJMN dan RPJMD Provinsi Jatim sebagai wujud sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, agar program pembangunan yang kita rencanakan didukung dengan maksimal oleh pemerintah pusat dan provinsi,” kata Hendy.

Hendy mengajak semua pihak untuk saling bersinergi, kolaborasi, bahu membahu dan cepat dalam mengambil langkah agar terwujud capaian visi-misi Pemerintah Kabupaten Jember.

Sekedar diketahui, prioritas pembangunan di Kabupaten Jember tahun 2021-2026 diarahkan pada bidang pendidikan, kesehatan, pertanian, dan infrastruktur. RZE-RED

Post Comment