!-- Header -->
Hilangkan “Ngantuk” Seorang Ojek Online Pakai Sabu Sabu
Hukum Lumajang Peristiwa

Hilangkan “Ngantuk” Seorang Ojek Online Pakai Sabu Sabu

LUMAJANG – Dua tersangka kasus sabu-sabu, ditangkap oleh jajaran Reskoba Polres Lumajang. Keduanya adalah Muhammad Kholil dan Saki Bin Neto. Mohammad Kholil (34), profesi sehari harinya sebagai ojek online, asal Dusun Rejo Agung  RT 02 RW 01, Desa Bondoyudo, Kecamatan Sukodono Lumajang, ditangkap di dalam kamar Homestay Nizar, Kelurahan Rogotrunan, pada 17 Pebruari 2020 karena kedapatan membawa sabu.

Sementara Saki Bin Neto, warga Dusun Karang Tengah, RT 03 RW 01, Desa Tegal Ciut Kecamatan Klakah. Dia ditangkap pada 19 Februari 2020 di dalam rumahnya setelah kedapatan melakukan tindak pidana memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan serta menggunakan narkotika jenis sabu-sabu tanpa hak secara bersama-sama.

Barang bukti Muhammad Kholil yang berhasil diamankan antara lain : alat hisap sabu bong terbuat dari botol air minuman fanta, 1 buah korek api gas warna hijau, 2 buah sedotan lipat warna putih, 1 buah gunting warna biru kuning, 3 buah pipet kaca dalam kondisi berkerak, 1 buah kantong kain kasa warna putih, 1 buah plastik klip ukuran kecil berisi sabu berat kotor 0,36 gram.

Sedangkan barang bukti milik Saki  antara lain : 1 buah tas plastik berisi 1 buah potongan plastik bening ukuran kecil berisi sabu berat kotor 0,67 gram, 1 buah timbangan digital warna hitam silver, 1 buah kompor sabu yang terbuat dari botol kaca kecil, dan 1 buah botol alkohol 95% yang ujungnya disambung dengan potongan cotton bud.

Menurut Kapolres Lumajang AKBP Ade Wira Negara Siregar, kasus ini berawal dari informasi masyarakat terkait adanya orang yang diduga melakukan aktivitas penyalahgunaan narkotika jenis sabu,  Dusun Rejo Agung RT 02 RW 01 Desa Bondoyudo Sukodono Lumajang. Selanjutnya anggota Sat Resnarkoba melakukan penyelidikan.

“Kemudian pada Senin 17 Pebruari 2020 sekitar pukul 6 WIB seorang bernama Muhammad Holil di dalam kamar nomor 13 Homestay Nizar, Jalan Juanda, Kelurahan Rogotrunan Kecamatan Lumajang, yang diduga melakukan tindak pidana menyimpan, memiliki, menguasai serta menggunakan narkotika jenis sabu.  Selanjutnya petugas melakukan penggeledahan kepada Muhammad Kholil dan menemukan beberapa barang bukti”, ungkapnya saat press release Jum’at siang.

Akibat perbuatannya mereka diancam paling lama 12 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 8 miliar, sebagai mana dalam pasal 112 (1) Jo 127 (1) huruf a UURI no.35 tahun 2009 tentang narkotika.

Dikatakan, Muhammad Kholil  menggunakan narkotika sejak Desember lalu. “Dia mengaku karena ada masalah. Awalnya dia beli Rp 200 ribu, kemudian 300 ribu dan nanti bisa sampai 500 ribu dan seterusnya”, papar Kapolres.

Yang kedua, tersangka atas nama Saki, tertangkap pada 19 Pebruari 2020. Barang bukti yang berhasil diamankan hampir 0,67 gram. Yang bersangkutan sudah beberapa kali terlibat dalam kasus 365, juga kasus pengedar sabu-sabu. Kapolres menyatakan yakin dan  percaya bahwa persoalan narkotika di Lumajang termasuk darurat.

“Maka dari itu, Kami Polres Lumajang tidak akan berhenti dan akan terus mencari, menangkap para pengguna dan pengedar narkotika. Karena kami beranggapan, bahwa Narkotika adalah salah satu akar kriminalitas di wilayah Lumajang”, imbuhnya.

Dikatakan, tersangka ini sementara sebagai pengguna. Si Sakib misalnya, dia membeli kepada seseorang berinisial M asal Madura saat si M berada di Klakah. “Saya belinya kepada dia Pak (M) pas ada sabung ayam”, ujarnya pria yang sehari-hari nya sebagai buruh pabrik kayu.

Sementara si Muhammad Kholil juga sama sebagai pengguna. Karena alasan agar tidak ngantuk saat bekerja di malam hari, dia harus nyabu.

“Biar gak ngantuk saya make (nyabu), Pak,”ujar pria yang jadi  ojol sejak 1,6 tahun lalu. Sebelumnya dia  sudah berjualan pil koplo.DIN

Post Comment