!-- Header -->
Komunitas Peristiwa Politik & Pemerintahan

HMI Menggelar Dialog Publik Mencari Pemimpin Banyuwangi

LUMAJANG – Hingar-bingar menjelang Pemilu Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi 2020 mulai terasa dan mulai mengerucut ke beberapa nama bakal calon bupati dan wakil bupati periode 2020-2025. Hal ini mendapat perhatian khusus dari kalangan intelektual muda, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Banyuwangi Komisariat Cendekiawan Muslim. Mereka menginginkan agar calon pemimpin Banyuwangi lima tahun kedepan, harus benar-benar sosok yang bisa membawa kabupaten ujung timur pulau jawa ini ke arah yang lebih baik dari capaian saat ini.

Atas dasar itulah HMI Cabang Banyuwangi Komisariat Cendekiawan Muslim, akan menggelar dialog publik dengan tema “Mencari Sosok Pemimpin Banyuwangi”. Beberapa tokoh yang bakal dihadirkan sebagai pemateri dalam kegiatan ini adalah I made Cahyana, Ketua DPRD Banyuwangi, Susilowati, Presidium Korps alumni HMI (KAHMI) Banyuwangi, dan perwakilan Pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Blokagung.

“Alhamdulillah kami telah bersilaturahmi dan kordinasi dengan pihak DPRD Kabupaten Banyuwangi dan Presidium KAHMI Banyuwangi terkait acara yang Insya Allah akan kami laksanakan pada Sabtu, 15 Agustus 2020”, kata Dandi Memet, Ketua panitia kegiatan kepada media.

PENGASUH PONPES BLOKAGUNG : HMI Cabang Banyuiwangi Komisariat Cendikiawan Muslim bersama KH. Abdul Malik Syafaat, Pengasuh Pondok Pesantren Blokagung Puncak. WAN-RED

Menurutnya, pihak DPRD, Presidium KAHMI Banyuwangi, dan Pengasuh Pondok Pesantren Blokagung, menyambut positif rencana tersebut karena bertujuan baik, menumbuhkan kepekaan memilih pemimpin bagi milenial. Terlebih juga selaras dengan tujuan organisasi demi tercapainya masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT serta mission organisasi

“Intinya, baik pak I. Made Cahya Negara (Ketua DPRD Banyuwangi), Yunda Susilowati (Presidium KAHMI, Red) dan KH. Abdul Malik Syafaat (Pengasuh Pondok Pesantren Blokagung Puncak), sepakat dan mendukung kegiatan kami. Beliau berdua Insya Allah bersedia menjadi pembicara jika tidak ada kesibukan”, kata Memet, sapaan akrabnya.

Selain mereka bertiga, rencananya panitia pelaksana akan menghadirkan pemateri dari tokoh akademisi serta mengundang perwakilan dari organisasi mahasiswa lain (intra maupun ekstra kampus) di Banyuwangi.

“Sebetulnya kami sudah berkirim surat dan mengatur janji dengan Pak Son (Direktur Politeknik Banyuwangi) untuk menjadi salah satu pemateri dalam acara tersebut. Namun, Karena beliau sedang ada tugas di luar kota, kami atur waktu lagi dan berkomunikasi via WA”, kata M. Dimas Auliyak Ketua Umum HMI Cabang Banyuwangi Komisariat Cendekiawan Muslim.

Dimas menyampaikan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa sebagai agent of change terhadap tanah kelahirannya Banyuwangi. “Kewajiban kita sebagai pemuda ikut berpartisipasi mengawal proses kontestasi pemilu di Banyuwangi, agar nantinya terpilih pemimpin yang benar-benar amanah sesuai dengan keinginan rakyat “, ungkapnya. Diharapkan, acara ini juga bisa membangkitkan kembali ghiroh mahasiswa ataupun pemuda milenial di Banyuwangi untuk ikut mengawal proses demokrasi sampai tuntas.WAN-RED

Post Comment