Advertisement
!-- Header -->
Inspektorat Periksa Oknum Guru SMPN 1 Lumajang Atas Kasus Pelecehan Seksual
Pendidikan dan Agama Peristiwa

Inspektorat Periksa Oknum Guru SMPN 1 Lumajang Atas Kasus Pelecehan Seksual

Sekretaris Inspektorat : Sanksi Berat Bisa Dipecat!

LUMAJANG – Inspektorat Pemkab Lumajang, Jawa Timur, mulai merespon cepat kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum guru PJOK, di SMPN 1 Lumajang terhadap siswi-siswi nya sendiri.

Saat diwawancarai sejumlah media, Dinuk Iswahyuningsih, Sekretaris Inspektorat Pemkab Lumajang, membenarkan kasus tersebut sudah dalam pemeriksaan awal.

“Sekarang alam proses pemeriksaan awal terhadap bersangkutan (TMS, Red). Kita sudah panggil dia. Pengaduan atas kasus pelecehan seksual ini langsung kita tindak lanjuti”, ujarnya, Jumat (29/11/2019).

Dijelaskan, setiap laporan kasus yang masuk ditangani oleh Tim di Inspektorat, termasuk kasus pelecehan seksual di SMPN 1 Lumajang. Tim ini tugasnya memeriksa, mendalami sejauh mana perbuatan asusila yang dilakukan oleh oknum guru tersebut. Semua masih proses pendalaman pemeriksaan.

Baca juga : https://www.pedomanindonesia.com/pelecehan-seksual-pada-4-siswi-oknum-guru-pjok-di-lumajang-dinonaktifkan/

Setelah meminta keterangan dari yang bersangkutan, Tim Inspektorat akan melakukan pengkajian dan sanksi apa yang akan diberikan. Tentu saja, sanksinya sesuai dengan perbuatan yang dia lakukan. Apakah masuk kategori berat, sedang, atau ringan.

“Sanksinya sesuai dengan tingkat kesalahannya. Sanksi paling berat ya….bisa sampai ke pemecatan sebagai PNS. Hukuman beratnya yaitu, diberhentikan sebagai guru PNS. Makanya, perlu dikaji dulu apakah berat atau tidak”, pungkas Dinuk, panggilannya.

Awalnya, kata Dinuk, kasus ini ditangani oleh Dinas Pendidikan Lumajang. Kemudian, karena kemungkinan ada pengaduan ke Bupati atau Wabup Lumajang, maka Inspektorat diperintahkan untuk segera mendalaminya. Oleh karena itu, agar kasus ini benar-benar semakin jelas dan segera diselesaikan, maka perlu ada sumber informasi lain.

“Biar lebih jelas dan guna mendalami kasus ini kita perlu menggali informasi dari sumber-sumber lain”, paparnya. Sayangnya, Dinuk belum bisa memastikan berapa lama kasus ini bisa selesai.

“Kalau ditanya soal berapa lama, kita tidak dapat memastikan. Karena yang kita tangani bukan hanya kasus ini. Tapi, secepat mungkin kita selesaikan”, imbuhnya. (TIM-RED)

Post Comment