!-- Header -->
Komunitas Lumajang

KADIN Lumajang Harus Bekerjasama Dengan Pemerintah

LUMAJANG – Kadin (Kamar Dagang dan Industri) adalah satu-satunya kamar dagang untuk para pengusaha, satu-satunya perhimpunan yang ada di Indonesia. Ada undang-undangnya yang mendasari Kadin.

Kadin berdiri sejak 24 September 1968. sekitar 209 tahun kemudian baru keluar undang-undangnya, yaitu undang-undang nomor 1 tahun 1987 tentang Kamar Dagang dan Industri. Sekarang ketua umumnya adalah pak Rosan Roeslani kantornya di menara kadin Jakarta Selatan.

PEMERINTAH PERLU MENGAJAK KADIN

Visi Kadin menjadikan sebagai pilihan pertama dan utama dalam mewakili suara dan kepentingan dunia usaha beserta seluruh stakeholdernya
berkaitan dengan pembuatan dan implementasi kebijakan ekonomi di seluruh Indonesia banyak.

“Visinya banyak. Sambil jakan kita akan coba sebut satu persatu. Kadin punya fungsi dan peran sebagai rekan berpikir, kawan berpikir, sebagai mitra dari pemerintah pusat, provinsi maupun pemerintah daerah untuk menyusun, membuat dan mengimplementasikan kebijakan ekonominya dari kabupaten provinsi kabupaten kota provinsi hingga nasional,” ujar Setiawan, panggilan karib Agus Setiawan, SE, saat Ngopi Pagi di Radio Semeru FM, Sabtu (27/12/2021).

Oleh karena itu berdasrkan undang undang tersebut pemerintah daerah provinsi dan nasional, ketika ingin membuat sebuah kebijakan yang berkaitan dengan perekonomian harus mengajak Kadin. Karena, berdasarkan undang-undang kADIN adalah satu-satunya kamar dagang dan industri yang ada di Indonesia. dan berdasarkan Monas kemarin ketuanya Pak Rosan P Ruslani.

KADIN Lumajang diharapkan mampu mengkolaborasikan berbagai macam atau berbagai jenis usaha yang diwakili oleh pengusaha-pengusaha di sektor tersebut. Di Kadin ada banyak banyak komite.Ada Komite pendidikan, pertambangan, perdagangan, perikanan, peternakan, pertanian dan lain-lain itu. Kami akan menyusun kepengurusan yang memang bergerak di bidang itu.

KADIN TAK BOLEH DIDOMINASI KALANGAN TERTENTU

Dalam menyusun kepengurusan masing-masing komisi itu memang terwakili oleh pengusaha yang bergerak di bidang itu. Tidak didominasi oleh kalangan tertentu atau didominasi oleh orang-orang yang bukan pengusaha. Karena, kadangkala masyarakat atau kawan-kawanku mengira organisasi Kadin organisasi LSM yang didominasi oleh para “aktivis” (mohon maaf)

Orang-orang yang tidak punya basic sebagai pengusaha. Sehingga akhirnya Kadinnya tidak berfungsi. Oleh karena itu Kadin Lumajang yang baru nanti ingin mengundang pengusaha-pengusaha di semua bidang ikut bergabung dan menjadi pengurus kadin. Sehingga, kalau Kadin ngomong dunia pertanian, maka yang muncul adalah pengusaha yang bergerak di bidang pertanian. Kalau KADIN ngomong dunia pertambangan maka yang muncul adalah penguasaan yang memang kompeten di bidang pertambangan. seperti itu mas. Jadi anggotanya pengusaha “, pungkasnya. RED

 

Post Comment