!-- Header -->
Kapolres : QNet Kelabuhi PPATK dan Menghindari Pajak
Hukum

Kapolres : QNet Kelabuhi PPATK dan Menghindari Pajak

LUMAJANG – Menurut Kapolres Lumajang, AKBP Dr. Muhammad Arsal Sahban, SH, SIK, MH, MM, perusahaan QNet Limited induk usaha dari PT. QNII di Indonesia, menciptakan sistem lalu lintas keuangan yang sedemikian rupa untuk menghindari pajak dan menyembunyikan transaksinya agar tidak mudah diketahui oleh PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan). PPATK adalah lembaga independen yang dibentuk dalam rangka mencegah dan memberantas tindak pidana pencucian uang di Indonesia.

“Perusahaan QNet Limited yang merupakan sister Company dari Qi Ltd menciptakan sistem E Card (Electronic Card). E Card adalah sistem uang electronik yang dikeluarkan Qnet untuk transaksi keuangan. Komisi yang dibayarkan untuk member yang mencapai keseimbangan 3 kiri dan 3 kanan $225 ini, dapat ditarik melalui E Card,” ujar Arsal yang merupakan lulusan S3 Universitas Padjajaran Bandung program studi Hukum Bisnis.

Hasil komisi member QNet diberikan dalam bentuk E Card yang nantinya digunakan untuk transaksi di E Store QNet dengan membeli produk bagi member yang baru gabung. Sehingga uang yang di peroleh dari member baru yang akan gabung disetorkan atau diberikan kepada senior membernya. Nantinya, senior member tersebut akan mencari senior membernya lagi yg memiliki E-Card untuk transaksi di E-Store. Member yang memiliki E Card juga tidak semuanya.

Hanya member yang sudah menjadi Leader sudah memilki setidaknya 10 circle. Setiap 1 circle sudah memilki 3 member di kaki kanan dan 3 member di kaki kiri. Berarti, kalau 10 Circle sudah memiliki setidaknya 30 member di kaki kanan dan 30 member di kaki kiri.

“Jadi uang yang dari member ke rekening penampungan tidak akan masuk ke rekening perusahaan QNet Limited ataupun ke rekening PT QNII di Indonesia, tapi uang diambil langsung oleh leader yang memiliki E Card sebagai pengganti komisi yang didapat”, paparnya.

Beberapa perusahaan yang menampung dana member baru yaitu PT. Wira Muda Mandiri, PT. Amoeba Internasional, PT. Galaxi, PT A-Team, dan masih banyak lagi. Sebagian besar dibawah kendali PT. Amoeba Internasional. PT Amoeba sendiri merupakan mitra usaha/ support system dari PT QNII. Sedangkan PT. QNII merupakan support system dari QNet limited yang berkedudukan di Hongkong.

“QNet Limited sendiri berada di bawah Qi group, dimana Qi group adalah perusahaan induknya ( Holding Company) yang membawahi ratusan perusahaan lain. Tapi tulang punggung perusahaannya ada di QNet yang menjalankan sistem binari dalam perdagangannya”, ungkapnya.

Komisi yang dibayarkan oleh perusahaan QNet kepada pada membernya tidak ada pemotongan pajak penghasilan. Demikian pula dengan penjualan tidak ada unsur pajak penjualan,” ujar Arsal.

Yang menjadi pertanyaan lagi, perusahaan mana yang membayar komisi kepada membernya, apakah PT. QNII atau QNet Limited Sebagai induknya PT QNII.? Ini yang mungkin semakin membingungkan dengan pola permainan mereka.

“Saya jelaskan, PT. QNII tidak pernah membayarkan komisi kepada membernya, kenapa.? Karena PT. QNII hanya bertindak sebagai perusahaan boneka saja di Indonesia. Pembelian member langsung ke portal Qnet ltd. Demikian pula komisi dibayarkan oleh QNet Ltd melalui E Card. Konsep yang sangat cerdas dalam mengelabui hukum di Indonesia. Selain menipu banyak masyarakat Indonesia, ternyata QNet pun melakukan penggelapan pajak yang luar biasa”, selorohnya.

Kemudian, bagaimana model aliran dananya keluar negeri.?
Transaksi keuangan QNet dari Indonesia ditransfer ke Hongkong, kemudian dari Hongkong baru ditransfer ke Malaysia.

“Tapi, pergeseran uang dari Indonesia ke Hongkong menggunakan model sistem tertentu untuk mengelabui PPATK”, imbuh Putra Asli Makasar ini.

AKBP M. Arsal Sahban menambahkan tentang konsep money loundring.  Pelaku money loundring selalu menyembunyikan asal usul transaksi keuangannya sekaligus menghindari pajak. Mereka menciptakan sistem yang sedemikian rupa untuk menghindari terlacak oleh pajak dan PPATK.

“Tapi kami yakin, PPATK akan tetap mampu melacak model transaksi apapun yang mereka lakukan. Kami juga sudah berkomunikasi dengan pajak untuk menelusuri penggelapan pajak yang dilakukan oleh PT QNII maupun QNet Limited di Indonesia”, ungkap Arsal.

Informasi yang dihimpun, uang yang diperoleh dari Indonesia dari kegiatan money games QNet mencapai jutaan dolar perbulannya yang kirim ke Malaysia melalui Hongkong.

Qnet menciptakan paper company di Hongkong untuk menghindari pajak. Hongkong dan Singapura dikenal sebagai negara surga pajak (tax haven) yang banyak dilakukan oleh perusahaan dalam mendistribusikan kekayaan.

Seperti inilah sistem yang dimainkan oleh induk perusahaan Qnet limited yaitu Qi ltd dengan menciptakan perusahaan cangkang di hongkong tapi sebenarnya operasional usahannya ada di malaysia di daerah petaling jaya. PT QN International Indonesia hanyalah boneka dari perusahaan QNet Limited. (RES-RED).

Post Comment