!-- Header -->
Peristiwa

Karang Taruna Minak Koncar Siap Produksi Teh dan Puding Kelor Khas Kutorenon

LUMAJANG – Karang Taruna Minak Koncar Desa Kutorenon, Sukodono, Lumajang, menginginkan punya usaha mandiri yang bersumber dari daun kelor. Oleh karena itu, mereka menggelar pelatihan selama 2 hari (Sabtu – Minggu, 14-15 Nopember 2020), dengan tema “Pelatihan Daun Kelor Menjadi Bahan Olahan Khas Kutorenon”.

Saat acara seremonial,
dalam sambutannya, Kades Kutorenon, H. Faisal Rizal, menyampaikan terima kasih kepada Dedy Firmansyah sebagai anggota DPRD Lumajang karena men-support penuh kegiatan, terutama anggaran untuk latihan ini.

Diharapkan peserta pelatihan ini benar-benar serius dan membuahkan hasil. “Seperti yang disampaikan bahwa teh kelor ini nanti mampu menjadi minuman herbal khas Desa Kutorenon”, paparnya.

PELATIHAN DAUN KELOR : Kartar Minak Koncar saat pelatihan dan praktek daun kelor menjadi bahan olahan khas Desa Kutorenon, Sukodono Lumajang. RED

Disampaikan, setelah materi dan praktek ada tindak lanjut dalam bentuk produksi dan pemasaran. “Di samping kita promosi internal, Dinas Perdagangan bisa membantu, mensupport dalam hal pemasaran. Insya Allah, kalau kita sudah ada jalan kita akan sukses”, papar Faisal, panggilan karibnya.

Di tempat yang sama, Hertutik, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, memberikan apresiasi atas kegiatan pelatihan kali ini. Dipaparkan, kelor mengandung beberapa manfaat bagi kesehatan seperti menurunkan kolesterol, membantu menurunkan kadar gula darah, membantu mengatasi kanker, kaya akan antioksidan, baik untuk jantung, baik untuk daya ingat, berpotensi mengatasi infeksi bakteri, dan banyak manfaat lainnya.

“Makanya kita mendukung adanya pelatihan daun kelor menjadi bahan olahan khas Desa Kutorenon”, ujarnya.

Tentu saja, kata Hertutik, untuk mewujudkan kelor menjadi minuman atau makanan khas Kutorenon, pihak Karang Taruna Minak Koncar dan Desa Kutorenon, tidak berjalan sendiri. “Perlu bekerja sama dengan semua pihak agar kelor yang dijadikan andalan Desa Kutorenon benar-benar berhasil”, tukasnya.

Dinas Ketahanan Pangan berharap inovasi kelor menjadi bahan olahan terus menerus dilakukan, sehingga ada inovasi lain yang bahan bakunya tetap dari kelor.

“Dinas Ketahanan Pangan sendiri fokus pada olahan pangan. Sementara Dindag bergerak di bidang pemasaran, dan dinas koperasi bagaimana membantu memajukan usahanya. Kita tidak bisa berdiri sendiri. Harus berjalan bersama sama”, ujarnya.

Sementara itu Dedy Firmansyah, anggota DPRD Lumajang, menyampaikan, pihaknya akan mensupport setiap kegiatan positif Karang Taruna Minak Koncar Kutorenon.

“Teman-teman Karang Taruna Minak Koncar rupanya benar-benar sudah siap dan niat melakukan pelatihan. Bahkan, sudah siap dengan stiker Teh Kelor Khas Kutorenon Minuman Herbal Menyehatkan. Kita siap support penuh”, ungkapnya.

PELATIHAN : Karang Taruna Minak Koncar Desa Kutorenon Sukodono Lumajang. RED

Anggota legislatif dua periode ini mewarning kepada Pemuda Karang Taruna Minak Koncar agar pelatihan dan praktek daun kelor menjadi bahan olahan khas Kutorenon, tidak sampai berhenti tanpa ada tindak lanjut lagi.

“Kalau sudah sampai berani membuat stiker ‘Teh Kelor Khas Kutorenon Minuman Herbal Menyehatkan’ berarti harus memproduksi. Tidak sekedar menempelkan stiker lalu hilang begitu saja setelah latihan. Ilang mane khas Kutorenonnya”, tuturnya.

Pihak Dindag juga menyatakan siap bila ada pelatihan soal packaging dan pemasarannya jika usaha Karang Taruna sudah berdiri

Selama 2 hari pelatihan, mereka langsung praktek membuat Teh Kelor Khas Kutorenon Menyehatkan dalam bentuk minuman segar, teh instan (bubuk), teh instan campur jahe, dan Puding Kelor Lumut Khas Kutorenon. Didampingi Dra. Siti Saharia Mahindar, pemilik UD. Sabrina Lumajang sebagai pemateri. RED

Post Comment