!-- Header -->
Lumajang Peristiwa

Kebakaran Rumah di Klakah Korban Akan Dimintai Keterangan

LUMAJANG – Rahmad Hidayat, pemilik salah satu rumah yang terbakar di Jalan Ranu, Dusun Pesantren Desa Klakah, Kabupaten Lumajang), cukup lama menunggu tindakan lanjutan dari pihak Kepolisian Sektor Klakah. Dia baru akan dimintai keterangan dari kepolisian pada Kamis (15/10/2020) ini. Padahal, dia mendatangi dan melaporkan kebakaran rumahnya beberapa jam setelah kejadian tersebut. Kebakaran itu sendiri terjadi pada Minggu (27/9/2020) sore. Surat panggilan itu sendiri diterima Senin (12 /10/2020).

“Syukurlah masih dipanggil untuk dimintai keterangan setelah kita menunggu cukup lama. Laporan kita ke polisi Klakah saat itu juga (Minggu malam Senin, 27 September 2020). Baru hari ini (Senin 12 Oktober 2020) kita nerima surat panggilan”, ujar Mamat, panggilan karibnya, kepada PedomanIndonesia.com.

Beberapa hari yang lalu, dia menceritakan, malamnya setelah kejadian kebakaran beberapa waktu lalu, dia langsung laporan ke Polsek Klakah. Menariknya, saat laporan dia tidak langsung menerima surat resmi atas laporannya. Yang ada justru perdebatan antara dia dan 6 saksi lainnya dengan pihak Polsek.

“Saat itu kami menyampaikan kedatangannya ke Polsek Klakah untuk melaporkan kejadian kebakaran. Waktu itu saya sampaikan, “Persoalan diterima atau tidak Itu terserah bapak,” ujarnya.

KEBAKARAN : Dua rumah dan 1 bengkel ludes terbakar. RED

Meskipun menyampaikan demikian, dirinya, kata mamat, tetap tidak dibuatkan laporan. Bahkan pihak kepolisian menyampaikan bahwa PLN tidak pernah memberikan ganti rugi kepada korban kebakaran akibat listrik PLN.

“Kami ini datang ingin menyampaikan bahwa ada saksi yang melihat api itu bukan berasal dari kabel listrik dari dalam rumah kami atau dari bengkel, tapi dari luar yang merembet ke bengkel dan akhirnya membakar bengkel dan rumah kami. Mestinya laporan ini diterima dulu. Diketikkan dulu. Bukan diceramahi”, ungkapnya heran.

Dia juga menceritakan, untuk mendatangkan Tim Forensik Polda Jatim tidak mudah dan membutuhkan biaya besar. “Apa Bapak mampu kalau mendatangkan Tim Forensik yang biayanya besar? Begitu yang disampaikan pihak Polsek Pak Hadi (Bripka Hadisaputro, SH, Red). Kami dijanjikan keesokan harinya untuk laporan pas ada Kapolsek”, paparnya.

Bersama keluarga, Mamat memutuskan tidak melaporkan kembali setelah mendengar penjelaskan dari pihak kepolisian, bahwa biaya untuk mendatangkan Tim Labfor Polda Jatim itu besar dan ditanggung oleh pihak pelapor/ korban rumah terbakar.

Kata Mamat, kalau benar biayanya mendatangkan Tim Labfor dari pihak korban, lebih baik mengurungkan untuk tidak laporan lagi.

“Kalau biayanya ditanggung kami, lebih baik biayanya dikumpulkan buat perbaikan rumah, Mas. Kami kan laporan. Barang kali ada kepedulian dari pihak PLN. Tapi karena kami diomongin seperti itu (soal biaya dan katanya bisa digugat oleh PLN bila ada kesalahan dari instalasi di rumah), akhirnya kami diam. Cukup laporan malam itu wis. Kami bisanya nunggu. Kami memilih diam sambil menunggu mungkin ada panggilan ke kami untuk dimintai keterangan. Dan tadi siang kami menerima surat panggilan surat resmi dari Polsek Klakah untuk dimintai keterangan”, tuturnya.

Sebelumnya, media ini melakukan konfirmasi ke Kanit Reskrim Polsek Klalah, Bripka Hadi Saputro, SH via WhatsApp.

“Lebih jelasnya ke polsek aja, langsung ke kapolsek aja, dalem hanya pelaksana tugas pak”, ujarnya.

Kepada wartawan di media, Bripka Hadi juga menepis adanya laporan dari korban kebakaran. Menurutnya, malam itu tidak ada orang yang datang. “Saya di kantor bahkan sampai jam 11 malam. Tak ada laporan. Baru Senin malam Selasa ada 6 orang. Mereka menyampaikan gimana kalau hendak menggugat PLN. Saya sampaikan kalau itu berarti sudah perdata dan kalau mau menggugat itu biaya sendiri”, ujarnya.

Akhirnya, menurutnya, ada kesepakatan agar laporan resmi dilakukan pada Selasa pagi. Namun, setelah ditunggu-tunggu cukup lama tidak ada yang datang untuk laporan.

“Tak pikir mereka sudah tidak mau laporan. Lo kok sik ramai. Makanya saya panggil mereka datang ke Polsek Kamis besok”, paparnya.

Sekedar mengingatakan, kebakaran 2 rumah (termasuk rumah milik Mamat) dan 1 bengkel, terjadi di Jalan Ranu, Dusun Pesantren Desa Klakah, Kabupaten Lumajang, pada Minggu (27 September 2020), sekitar pukul 16.45 WIB. DIN-RED

Post Comment