!-- Header -->
Kematian Janggal Salah Satu Pebisnis Sukses PT Q-Net Di Bekasi
Peristiwa

Kematian Janggal Salah Satu Pebisnis Sukses PT Q-Net Di Bekasi

LUMAJANG – Sebuah akun facebook bernama @Triyantrian yang diposting ke facebook group Sahabat M.A.S menuliskan bahwa adiknya meninggal saat masih aktif berbisnis di PT Q-Net. Namun ada kejanggalan atas kematian sang adik, perusahaan tersebut tidak memberitahukan sama sekali berita duka tersebut kepada pihak keluarga.

Triyan menuliskan, adiknya termasuk sukses dalam berbisnis, yang mampu membeli mobil, motor, bahkan membangunkan rumah untuk orang tuanya dalam kurun waktu 4 tahun. Namun saat hari lebaran kemarin, sang adik yang dibanggakan atas kesuksesannya tiba-tiba meninggal dunia di kamar kontrakannya, tepatnya di Kota Bekasi.

Pihak keluarga sudah mengikhlaskannya, namun ada kejanggalan dalam kematian tersebut. Mereka mempertanyakan, mengapa perusahaan besar yang katanya sudah go internasional tidak mengusut kematian adiknya. Selain itu, seluruh benda berharga milik sang adik juga raib tak berbekas. Tersisa satu mobil sport, tetapi salah satu bos PT Q-Net menyatakan bahwa almarhum memiliki hutang sebesar 225 juta Rupiah.

Triyan menambahkan, pihak keluarga sangat menyayangkan kejadian tersebut dan mengatakan bahwa perusahaan Q-Net adalah perusahaan yang tidak benar

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH, SIK, MH, MM mengucapkan bela sungkawa yang sebesar besarnya atas berita duka tersebut.

“Yang pertama saya mengucapkan bela sungkawa yang sebesar besarnya kepada keluarga yang ditinggal, semoga selalu diberi ketabahan dan juga kekuatan. Saya juga menghimbau kepada keluarga jika memang menemukan hal yang ganjil, agar melaporkan ke pihak kepolisian terdekat agar dapat ditelusuri lebih dalam kasus tersebut. saat ini kami juga sedang menangani kasus berkaitan dengan kejahatan bisnis dengan skema piramida yang di jalankan oleh Q-Net. Akan kita buktikan apakah sistem ini memang dijalankan oleh induk perusahaan atau para membernya dibawah yang melakukan modifikasi dengan sistem penjualan piramida. pemeriksaan-pemeriksaan akan kami lakukan secara mendalam untuk menguak permasalahan ini, jangan sampai berjatuhan korban-korban berikutnya,” terang Arsal. (RES-ANN)

Post Comment