!-- Header -->
Kemiskinan, Pengangguran, Aksi Kejahatan Masih Jadi Problem Lumajang
Hukum Lumajang Politik & Pemerintahan

Kemiskinan, Pengangguran, Aksi Kejahatan Masih Jadi Problem Lumajang

LUMAJANG – “Tadi Kapolres menyampaikan kepada kami soal analisa patologi sosial. Angka kemiskinan dan tingkat pengangguran masih tinggi. Disparitas masih kita rasakan. Termasuk wilayah utara yang angka kriminalitasnya masih tinggi. Di situ ternyata sebaran kemiskinan, sebaran pengangguran, dan sebaran  anak putus sekolah masih banyak,” ungkap H. Anang Akhmad Syaifuddin, Ketua DPRD Lumajang, usai menggelar pertemuan dengan Kepolres Lumajang, AKBP Ade Wira Negara Siregar, Selasa, 11 Pebruari 2020.

Selain itu, tingkat kebutuhan dasar seperti air dan lain – lain masih belum terealisasi dengan baik. Meyikapi akan hal itu, Anang, panggilan karibnya, akan megeluarkan rekomendasi.

Sementara Kapolres Lumajang, AKBP Ade Wira Negara Siregar, menyampaikan, itu merupakan salah satu pandangan sosiologis bersama. Puncak terjadinya kriminalitas karena adanya faktor pendukung. Misalnya pengangguran yang begitu tinggi, kemiskinan, dan angka putus sekolah.

“Tentu ini semua perlu keterlibatan semua pihak, terutama pemerintah daerah maupun pusat”, ujarnya. Di samping itu perlunya pemberian wawasan kepada masyarakat mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan.

Saat menemui Kapolres, Anang ditemani Komisi A DPRD Lumajang. Mereka ditemui dan berbincang-bincang langsung dengannya. Silaturahmi tersebut merupakan bagian kegiatan kunjungan kerja komisi A dengan mitra kerja DPRD.

Politisi dari PKB ini punya keinginan, dalam penanganan masalah kriminalitas di Lumajang tidak sekedar teknis, tapi lebih menjurus pada faktor yang mendasarinya. DIN

Post Comment