!-- Header -->
Ekonomi Lumajang

Keong Mas Banyak Pesanan di Tengah Covid-19

LUMAJANG – Pembaca pernah mendengar dan melihat Keong Emas? Atau yang lebih dikenal dengan sebutan Ko’ol (bahasa Madura)?. Biasanya keong-keong ini hidup di persawahan. Beberapa tahun silam, Keong Emas yang hidup di sawah ini tidak digubris. Bahkan dimusnahkan karena dianggap salah satu hama tanaman padi.

Akhir-akhir ini saja Keong Emas mulai dilirik, salah satunya oleh Siti Zulaiha Azzahro, warga Desa Banyu Putih Lor, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Wanita tangguh ini memanfaatkan Keong Emas menjadi bernilai. Hewan sawah yang punya ciri jalannya lambat/ pelan dia olah menjadi masakan lezat tiada tara. Apalagi, Keong Emas ternyata memiliki khasiat tersendiri untuk kesehatan tubuh.

“Keong Mas kerap kali dianggap sebagai hama di area persawahan. Padahal, jika diolah dengan benar rasanya nikmat”, ujarnya, saat hubungi Tim Lipsus PedomanIndonesia.com, Kamis (19 Nopember 2020).

PELUANG EMAS KEONG MAS : Di tangan Zahro Keong Mas yang hidup di sawah jadi bernilai tinggi. RED

Di tangan dingin Zahro, Keong Emas diolah dengan bumbu-bumbu yang dia racik lalu dijual ke seluruh masyarakat Lumajang secara online. Awalnya, Keong Emas yang dia dapatkan dimasak sendiri. Lama-kelamaaan, karena dianggap layak dijual, akhirnya dia coba tawarkan lewat online.

“Ternyata banyak peminat. Sejak itulah, saya memasak Keong Mas dan menjualnya ke para pelanggan,” ungkapnya. Istri Hermansah ini memulai usahanya sejak 1 tahun yang lalu. Setiap hari dia bisa mengolah Keong Mas minimal 20 kotak. Perkotak dia jual murah, Rp 10.000.

“Masakan keong sawah ini kami olah menjadi rica-rica pedas dan manis, dijual hampir di seluruh Kabupaten Lumajang melalui online”, pungkas Ibu dua anak ini.

Pelanggannya, pun ternyata banyak dari kalangan pejabat. Ada dari Polres Lumajang, pihak Batalyon, Dispenduk, pihak BPBD, dan masih banyak yang lainnya. “Ada juga yang dari daerah seperti, Jatiroto, Desa Kudus, Klakah dan lain-lain.

Dia mengaku usahanya lancar-lancar saja meskipun di tengah pandemi covid-19. Yang menjadi kendala cukup serius saat ini adalah semakin berkurangnya Keong Emas di persawahan. Beberapa sawah yang pernah dia datangi, Keong Mas sudah sangat jarang ditemukan. Pasalnya, para petani memusnahkan karena dianggap hama yang mengganggu tanaman, terutama tanaman padi.

“Beberapa sawah yang saya datangi di situ ada banyak bebek. Bebek ini sengaja didatangkan untuk menghabisi keong-keong mas. Tapi ada juga sawah yang masih ada keong mas nya,” tuturnya.

Dia juga memaparkan, Keong Mas ini mengandung antioksidan tinggi yang mampu membantu tubuh melawan berbagai penyakit, termasuk penyakit kanker.

Penelitian membuktikan daging keong ini mampu menahan pertumbuhan dan perkembangan sel kanker. Ini merupakan kabar baik karena Keong Mas yang dibilang sebagai hama memiliki rasa yang lezat dan bermanfaat bagi kesehatan tubuh. “Itu yang pernah saya dengar sendiri dari dokter”, imbuhnya. RED

Post Comment