Advertisement
!-- Header -->
Lumajang Peristiwa Politik & Pemerintahan

Kooperatif, Ketua DPRD Lumajang Penuhi Panggilan Polisi

Advertisement

LUMAJANG – Ketua DPRD Lumajang, Jawa Timur, Anang Akhmad Syaifudin, menghadiri panggilan Penyidik Polres Lumajang sebagai saksi atas kasus dugaan pelecehan terhadap Mujibul Choir (wartawan Memo Timur Lumajang, Kamis ) oleh Bupati Lumajang, H. Thoriqul Haq, M.ML, Kamis (2/4/2020) siang.

Usai diperiksa, Anang, panggilan karibnya, menyampaikan, pihaknya dimintai keterangan soal Cak Thoriqul Haq selaku kader partai yang dirasa pernyataanya kurang benar kepada Wartawan Memo Timur, saat press release. “Ditanyakan soal itu saja. Seputar itu itu saja”, pungkasnya.

Yang jelas dirinya, kata Anang, tunduk dan patuh atas proses yang dijalankan oleh penyidik. Anang sangat kooperatif atas pemeriksaan sebagai saksi. “Kita kooperatif saja”, ungkapnya.

Ditanya ada berapa pertanyaan dari penyidik kepolisian, Anang mengaku banyak tapi lupa apa saja yang ditanyakan. “Waduh banyak. Saya lupa”, paparnya.

Ketua Dewan sekaligus Ketua Umum DPC PKB Kabupaten Lumajang tersebut, menyampaikan, dalam masalah ini Cak Thoriq bertindak sebagai kader PKB. Persoalan apakah kasus ini berdampak juga kepada pemerintahan karena Cak Thoriq sebagai Bupati Lumajang, Anang menjawab dengan kalimat Wallahu ‘Alam. “Kita lihat perkembangannya saja”, tuturnya.

PENUHI PANGGILAN POLISI : Anang Akhmad Syaifuddin, Ketua DPRD Lumajang (foto kanan), memenuhi panggilan penyidik Polres Lumajang. Foto kiri : Kasat Reskrim Polres Lumajang. RED

Sebagai warga negara yang baik  Ia mengaku tunduk dan patuh pada kasus yang berjalan. Terkait satu kader yang tidak hadir dalam pemanggilan kepolisian, Anang menyarankan agar hadir, kooperatif, dan tunduk pada proses yang berjalan. “Pastilah. Kita akan minta bisa hadirdan kooperatif”, tuturnya tenang.

baca juga : https://www.pedomanindonesia.com/dianggap-berita-hoax-dan-fitnah-pkb-somasi-media-terbitan-jember/

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Maskur, SH, menjelaskan, materi pertanyaan yang disodorkan kepada Anang sama dengan pertanyaan terhadap saksi – saksi  lain sebelumnya. Menurut Adnya, adw 35 pertanyaan yang disodorkan kepada Anang.

Namun, dari sekian pertanyaan yang mengarah unsur perbuatan dan pasalnya sebanyak 24 pertanyaan. Ia juga memaparkan, beberapa saksi sebelumnya, secara normatif, sudah menjelaskan secara gamblang atas pertanyaan pihak penyidik.

Dari sekian saksi yang dipanggil penyidik hanya ada satu saksi yang tidak hadir. “Kita nanti akan menanyakan mengapa tidak hadir atas pemanggilan penyidik”, paparnya. Direncanakan, Senin pekan depan, satu saksi akan dihadirkan, termasuk dari pihak pemerintah daerah.

Cak Thoriq sendiri, menurut saksi tadi (Anang) saat press release hadir selaku kader PKB. Namun demikian, pihaknya tetap akan meminta keterangan dari saksi ahli bahasa apa yang diucapkan oleh Cak Thoriq saat itu (press release). ”

“Yang jelas kita melihat dari sisi subjek hukum siapapun itu tetap mengacu pada setiap orang. Terlepas apakah Ia sebagai pejabat negara atau profesi lain”, paparnya.

Sekedar mengingatkan, kasus laporan Mujibul Choir (Wartawan Memo Timur) ke kepolisian ini bermula dari press release yang digelar DPC PKB Lumajang atas berita Memo Timur, edisi 23 Januari 2009, dengan judul “santer isu mes*m salah satu oknum anggota DPRD Lumajang, benarkah?

Baca juga : https://www.pedomanindonesia.com/kaderbupati-lumajang-mengaku-emosi-dan-siap-pasang-badan/

Oknum yang dimaksud di dalam berita tersebut mengarah pada kader PKB Lumajang berinisial AZ. Berita itu dianggap tidak benar dan fitnah oleh jajaran Pengurus PKB.

Saat press release, Bupati Lumajang, Cak Thoriq, juga hadir sebagai kader PKB. Bahkan ikut memberikan statmen keras kepada wartawan Memo Timur (Mujibul Choir) yang mengarah pada (dugaan) penghinaan terhadap profesi wartawan Memo Timur hingga berujung di kepolisian. DIN

Post Comment