!-- Header -->
Korban Q-Net Jual Rumah dan Dikejar-Kejar Rentenir
Hukum Lumajang Peristiwa

Korban Q-Net Jual Rumah dan Dikejar-Kejar Rentenir

LUMAJANG –  Ramainya di media sosial tentang dukungan netizen tentang pengungkapan bisnis Q-Net, akhirnya mengakibatkan MK (48) warga Desa Singgahan Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, ditangkap Tim Cobra Polres Lumajang. Dia merupakan salah satu orang penting dalam bisnis Q-Net. Bahkan banyak ditemukan video di youtube dengan konten  mengiming iming pasti menjadi orang kaya. Ternyata yang terjadi adalah sebaliknya.

Banyak korban nya terpengaruh ingin kaya, tapi malah buntung. Bahkan ada yang sampai menjual sawah, sapi bahkan ada pula yang sampai harus berhutang kepada rentenir.

Salah satu korban Muhammad Deni (19), warga Desa Tanggung, Kecamatan Padang yang menceritakan disana mereka hanya makan nasi dan garam.

“Disana saya hanya dikasih makan nasi sama garam pak. Kami selalu diawasi sama senior. Makanya pada malam hari saya lompat melalui jendela bersama teman saya. Karena tidak punya uang, saya naik truk hingga Lumajang”, ungkap Deni.

Lain lagi yang dialami oleh Sariono (54), warga Desa Kalisemut, Padang Lumajang. Dirinya sampai meminjam uang ke rentenir agar sang anak yang bernamaTaufik (18) bisa ikut bisnis di Q-Net.

“Saya sampai pinjem ke rentenir pak. Ini demi anak saya yg katanya bisa membuat anak saya kaya. Sekarang saya dikejar sama rentenir, sampai sekarang ternyata anak saya juga nggak kaya”, ujarnya.

Serupa pula dengan Zainul (19), warga Desa Kalisemut Kecamatan Padang sampai menjual sapi milik orang tuanya agar bisa bergabung di Q-Net. “Ya gimana pak, saya pengen punya kerja. Ya terpaksa saya jual sapi milik bapak di rumah. Sekarang saya bingung pak harus gimana, uang saya hilang”, katanya.

Kapolres Lumajang, AKBP Dr. Muhammad Arsal Sahban SH, SIK, MH, MM, mengatakan mereka dicuci otaknya sedemikian rupa sehingga meyakini bahwa mereka akan sukses di kemudian hari. Mereka juga diiming-imingi akan memiliki mobil mewah dan  rumah mewah hanya dalam tempo singkat.

Tanpa disadari mereka terperangkap dalam satu bisnis money game dan ikut terlibat dalam menipu teman-temannya. Bahkan mereka juga berani memaksa orang tuanya mengirim sejumlah uang, meskipun mereka sadar uang tersebut sangat sulit didapatkan oleh orang tuanya.

“Banyak dari mereka yang menjual sapi, menjual sawah, motor bahkan meminjam uang ke rentenir”, kata Arsal. (RES – RED)

Post Comment