Advertisement
!-- Header -->
Lagi, Lahan Warga Tegalrejo Malang Dirusak dan Diserobot
Hukum Peristiwa

Lagi, Lahan Warga Tegalrejo Malang Dirusak dan Diserobot

MALANG  – Meskipun masyarakat Tegal Rejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, menang melawan pihak PTPN XII Malang atas perkara sengketa lahan, di Pengadilan Negeri Kepanjen Malang, Jawa Timur, beberapa waktu lalu, mereka belum tenang menggarap lahan yang di menangkan tersebut.

Pasalnya, ada oknum yang selalu membuat masalah. Rabu lalu misalmya. Lahan seluas sekitar 7 hektare dirusak. “Lahan tanaman pisang milik warga di areal Sumber Jeru sekitar 2 hektare dan 5 hektare tanaman tebu yang sudah menguning di areal Bokorsari dirusak oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Kami meredam masyarakat untuk tidak bertindak yang negatif, karena kita selalu menghargai para penegak hukum di Kabupaten Malang”, ujar Ludyantoko, Ketua Serikat Pejuang Petani Tegalrejo (SPPT) Malang.

Ludiantoko, Ketua SPPT (tengah), Edi Waluyo Ketua Pemuda dan Keamanan (kiri), lahan tebu yang dirusak. (Dok)

Saat mendengar ada pengerusakan di lahan tersebut, masyarakat Tegalrejo turun  ke lokasi. Setelah sampai di TKP (Tempat Kejadian Perkara), pelaku pengerusakan sudah tidak ada.

“Kami menganggap ini oknum tidak jelas. Ini namanya  penyerobotan tanah yang kita perjuangkan. Kita tidak bicara wilayah mana. Kita bicara soal prosedur hukum. Karena yang berjuang ini masyarakat Tegalrejo. Walaupun di wilayah lahan HGU PTPN XII, status tanah itu dalam kekuasaan masyarakat Tegalrejo. Apabila ada oknum tidak jelas itu tetap menggarap lahan yang kita perjuangkan, masyarakat Tegalrejo, akan mengambil sikap tegas untuk melaporkan kepada  pihak berwajib”, ungkapnya.

Pihaknya, papar Ludy, telah berdiskusi dengan aparat kepolisian untuk menelusuri siapa dalang dibalik pelaku pengerusakanan tersebut. “Siapapun pelakunya harus  diungkap oleh Polres Kepanjen. Siapapun yang tidak mentaati peraturan hukum tersebut, harus ditindak tegas”, pintanya.

baca : https://www.pedomanindonesia.com/pasang-banner-warga-tegal-rejo-minta-semua-pihak-patuhi-putusan-pn/

Pasca pengerusakan lahan tersebut, mereka menggelar pertemuan/ audensi dengan berbagai pihak, termasuk dengan pihak BPN Jawa Timur. Poin pertama yang dibahas adalah sejarah tanah di Desa Tegalrejo. Sejarah tanah ini di disampaikan awal oleh Kusnadi, Sekretaris SPPT Malang.

Dia menyampaikan bahwa setelah kemerdekaan RI, masyarakat menguasai lahan di daerah itu. Namun, setelah kemerdekaan, yakni tahun 1965, masyarakat dituding PKI. Sebagian warga ketakutan dan sebagian kecil tetap menduduki lahan itu.

“Setelah tahun 1981 terbit HGU PTPN XII. Padahal, SK Desa, SHM jadi resmi desa definitif.  Tapi kenapa harus terbit HGU 1988 yang  dibuat dasar PTPN XII? Bahwa itu menyalahi aturan hukum. Itu yang disampaikan saat kita audensi”, katanya.

Dikatakan, sebetulnya, di persidangan Pengadilan Negeri Kepanjen Majelis Hakim mengetuk palu masyarakat Tegalrejo menang atas perkara sebagian lahan yang dikuasai PTPN XII Kepanjen Malang.

Sementara itu, Pak Budi, anggota SPPT, menyampaikan tentang kondisi sosial ekonomi masyarakat Tegalrejo. Menurut dia, sejak konflik terjadi beberapa tahun lalu hingga sekarang, muncul ketegangan dengan oknum PTPN XII.

“Sampai sekarang ini masih bersitegang. Meskipun masyarakat diputus menang oleh PN Kepanjen. Kalau kita yang kalah pasti tidak mungkin dikasih celah sedikitpun buntuk menanam”, tukasnya. Hadir pada audensi tersebut Edy Waluyo (Ketua Pemuda), Kusnadi (Sekretaris SPPT), pihak BPN Jawa Timur, pihak kepolisian.

baca : https://www.pedomanindonesia.com/diduga-oknum-karyawan-ptpn-xii-malang-aniaya-warga-buntut-sengketa-lahan/

Dikonfirmasi, Hendro, Adm PTPN XII Malang, menyampaikan, kalau pengerusakan tanaman kebun sudah jelas dirusak oleh warga yang mau menguasai tanah perkebunan.

“Pengerusakan adalah di lahan perkebunan, bukan di lahan warga pak. Yang merusak, Ya oknum warga yg menginginkan lahan perkebunan pak,” ujarnya lewat WA.

Kusnadi, Sekretaris SPPT (kiri), Bpk. Abas Tokoh sejarah Desa Tegal Rejo (baju batik), suasana saat audensi (tengah), lahan yang diserobot oknum tak bertanggung jawab. (Dok)

Ditanya apakah pihak PTPN XII sudah menjalankan putusan PN, Hendro menyampaikan, sertifikat yang diklaim warga diluar HGU. “Jadi, sertifikat tsb sudah keluar dari HGU perkebunan, sudah jelas waktu PS oleh hakim bahwa titik2 tsb diluar HGU pak. Jadi sudah jelas, silahkan bapak tanyakan ke oknum warga sertifikat2 yg diajukan ke persidangan titik2 dimana saja, nanti mereka pasti menunjukkan tempatnya sesuai dg PS pak itu diluar HGU kami”, selorohnya.

Ini berbeda sekali dengan pernyataan warga Tegalrejo, bahwa lahan yang dirusak itu lahan yang dikelola warga. “Itu yang dirusak tanaman warga mas, bukan milik perkebunan. Lahan tanaman tebu dan pisang yang sudah dikelola warga sebagaimana putusan Pengadilan Negeri Kepanjen Malang. Yang diserobot juga lahan warga.  Lokasi lahan Afdeling SK/SM yang masuk dalam SK Tegal Rejo”, imbuh Ludy sambil memperlihatkan foto tanaman tebu dan pisang yang dirusak serta lahan yang diserobot oknum tak bertanggung jawab. DIN

Post Comment