!-- Header -->
Komunitas Lumajang Politik & Pemerintahan Suara Desa

Lagu KITA LUMAJANG Booming..! Faisal Rizal : Membangun Kebersamaan Menuju Kesejahteraan

LUMAJANG – Hanya dalam hitungan hari, lagu “Kita Lumajang” sudah nge-hits, booming. Bahkan lagu karangan Kades Kutorenon Sukodono, H. Faisal Rizal ini sudah ditonton puluhan ribu masyarakat Lumajang dan luar kota Lumajang, di channel YouTube.

Bagaimana dan apa yang melatar belakangi ini lagu tiba-tiba muncul dan langsung hits? Menurut Faisal Rizal, sebagai abdi negara dirinya bersama Kapolres, Dandim, Eksekutif (Bupati, Wabup), legislatif (DPRD), AKD (Asosiasi Kepala Desa), Kejari, dan Pengagildan Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah), harus bersinergi.

“Kalau bersinergi Insya Allah kesejahteraan masyarakat akan terwujud”, ujarnya, Selasa (20 Oktober 2020). Menurutnya, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, perbedaan itu pasti ada. Agar tidak menjadi sebuah persoalan dan membuat salah satu pihak tidak nyaman, maka perbedaan tersebut tidak perlu diunggah di medsos. Dengan demikian Lumajang terlihat keluar sebagai kota kondusif. Sehingga investor yang mau masuk ke Lumajang akan berbondong-bondong.

“Ketika banyak investor masuk, maka perekonomian masyarakat akan hidup. Lapangan pekerjaan akan terbuka lebar. Mengurangi angka pengangguran dan pada akhirnya tercipta kesejahteraan masyarakat”, paparnya.

Lagu ini berawal dari seringnya Faisal melihat di beranda kalimat “Kita Lumajang”. Kita Lumajang sama artinya Lumajang untuk semua. Kemudian muncul rasa memiliki (sense of belonging) terhadap Kota Lumajang.

Keterlibatan seluruh pihak dalam lagu tersebut, kata Faisal, menunjukkan bahwa Lumajang yang harus dibangun secara bersama-sama dan melibatkan seluruh elemen yang ada. Tanpa itu semua mustahil Lumajang mampu mensejahterakan masyarakatnya. Karena lagu ini dibuat untuk membangun kebersamaan, meminimalisir bahkan menghilangkan perbedaan, maka seluruh pihak menyambut baik. “Respon seluruh pihak yang kita datangi sangat sangat baik dan mensupport”, ungkapnya.

Pembuatan lagu itu sendiri sekitar satu minggu selesai, sedangkan pembuatan video klip hanya membutuhkan 1 hari. “Mulai dari persiapan pembuatan lagu, pembuatan video klip, dilakukan pembenahan, revisi itu sekitar 15 hari selesai”, ungkap Faisal yang juga sebagai bassis di lagu ini.

Faisal menandaskan bahwa lagu ini hanya untuk kebersamaan dan membangun persatuan. Tidak ada orientasi yang lain, apalagi orientasi politik maupun profit oriented. “Ini benar-benar untuk Lumajang. Tidak ada target apapun dari saya sebagai penggagas dan pembuat lagu, apalagi target politik dan keuntungan material semata”, ungkapnya.

KITA LUMAJANG : Manager Rayyan Agung (kanan) dan Faisal Rizal Kades Kutorenon yang notabene sebagai pencipta lagu plus bassis. RED

Sementara itu, Manajer Kurorenon Berkreasi (Ka Be) Official, Rayyan, menyampaikan, sebagai warga Lumajang dirinya melihat situasi Kota Lumajang yang-beberapa waktu yang lalu- cenderung banyak berdebatan dan perbedaan pandangan terkait pembangunan Lumajang. Baik itu sosial, politik, ekonomi, dan lainnya.

“Dengan munculnya lagu Kita Lumajang, diharapkan-minimal-bisa menyatukan segala potensi yang ada di Lumajang, bisa mengurangi perbedaan, bahkan berubah sebagai kekuatan demi Lumajang yang kita cintai”, tuturnya.

Faisal menambahkan, bila muncul persepsi lain selain pemersatu kekuatan yang ada dan sinergitas Forkopimda Lumajang, dia tidak akan mempermasalahkan. “Namanya juga persepsi. Sah-sah saja. Yang penting niatan kita untuk membangun kebersamaan, pemersatu. Membangun sinergitas. Itu saja”, imbuhnya.

Sedangkan Sekretaris Desa Kutorenon, Arfa Syahrillah, menambahkan, ini lagu sebagai alat menyampaikan pesan. “Ini pesan simpel untuk menggerakkan masyarakat Lumajang dan membangun secara bersama-sama. Intinya seperti itu”, selorohnya.

Perlu diketahui, ada 6 personil yang menggawangi lagu KITA LUMAJANG yakni Drumer : Deddy Firmansyah, Bassis : Faisal Rizal,  Guitar : Akira Anggun Rythm : Rayyan Agung, Keyboard : Syauqi S One, dan Vocal : Ikhsan feat Bajon Ndanu. RED

Post Comment