!-- Header -->
Layani Keinginan Warga, Kades Wonorejo Tuntaskan Pembangunan Fisik
Suara Desa

Layani Keinginan Warga, Kades Wonorejo Tuntaskan Pembangunan Fisik

LUMAJANG, PEDOMANINDO.com – Alasan demi pelayanan yang baik dan mengabulkan kemauan rakyatnya, Kades Wonorejo Lumajang, Jawa Timur, menggenjot pembangunan fisik di beberapa dusun di lingkungan desa tersebut. Ada beberapa pembangunan fisik yang sudah dikerjakan, yakni kerabat beton jalan di depan POM (panjangnya sekitar 400 km), jalan menuju Pondok Pesantren Syarifuddin Wonorejo (sepanjang 300 km).

“Tahun ini kita memang menargetkan pembangunan fisik berupa jalan dan pembangunan fisik lainnya tuntas. Karena ini keinginan masyarakat bawah dan jalannya memang sudah layak diperbaiki,” ungkap Kades Wonorejo, Kedungjajang Lumajang, Bahrul Rozi, Rabu (22/8) siang. Dijelaskan, beberapa ruas jalan di beberapa dusun yang belum diperbaiki akan diperbaiki pada tahap selanjutnya. Karena mengutamakan pembangunan fisik di dusun-dusun, dia belum bisa memperbaiki kantornya sendiri. Baginya, pembangunan fisik kantor bisa dianggarkan pada anggaran tahun-tahun berikutnya.

“Kita prioritaskan yang dibutuhkan warga. Yang dianggap mendesak kita utamakan sesuai dengan aspirasi dan kemauan mereka warga setempat,” ungkapnya. Selain pembangunan fisik, kades yang masih berusia sekitar 29 tahun ini, juga memberikan bantuan modal usaha bagi penjual peracangan.

“Kita berikan bantuan cuma-cuma kepada para pemilik peracangan, bukan pinjaman dan tidak perlu dikembalikan. Namanya juga bantuan. Kita bantu mereka berupa barang untuk dijual. Harapannya ada peningkatan penghasilan bagi mereka,” paparnya. Setiap tahun, secara bergiliran/ bergantian, para pemilik peracangan di desa ini dikucuri bantuan modal. Kades yang memiliki berbagai hobby ini juga memberikan perhatian serius terhadap kesenian lokal, yakni al-Banjari. Albanjari yang kini terus berkembang di Lumajang ini, diberikan bantuan agar semakin berkembang.

“Albanjari al-Jiduri yang merupakan kesenian lokal juga perlu mendapat perhatian. Makanya kita bantu mereka agar lebih maju. Di bidang pariwisata, Desa Wonorejo kini telah mengelola destinasi wisata danau yang diberi nama Sendang Wiraraja, di Dusun Duko.

“Tempat wisata ini sudah dibentuk pada tahun 2016. Untuk sementara tempatnya digratiskan. Yang ditarik karcis cuma parkir kendaraan,” ujarnya. Dia berharap keinginan mengembangkan perekonomian masyarakat sekitar, mengembangkan tempat wisata, pemberbayaan pada masyarakat, membangun akses berupa jalan, drainase dan pembangunan fisik lainnya, mendapat dukungan masyarakat dan pemerintah setempat. “Kalau desanya maju nama kabupatennya bisa ikut terangkat, iya kan?”, imbuhnya. SAT