!-- Header -->
Lumajang Peristiwa

Keluarkan Awan Panas Guguran Semeru Aman

LUMAJANG – Bupati Lumajang, Thoriqul Haq mengimbau agar masyarakat tetap tenang meskipun Gunung Semeru terpantau kembali mengeluarkan awan panas guguran (APG), pada Sabtu (16 Desember 2021), sekitat pukul 17.24 WIB.

“Kondisi terkini Semeru oleh pos pantau dinyatakan aman. Masih ada erupsi tapi tidak mengkhawatirkan. Ini merupakan erupsi rutin,” ujarnya.

Berdasarkan pengamatan Pos Pantau di Gunung Sawur, saat ini kondisi Gunung Semeru kembali normal dengan status Level II (Waspada).

Meski dinyatakan kembali normal, Bupati menyampaikan bahwa TNI-Polri beserta BPBD Kabupaten Lumajang tetap standby di lokasi untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat sekitar.

“BPBD tetap standby. Dilaporkan bahwa masyarakat juga tidak ada yang mengungngsi atau mengevakuasi diri, tetapi masyarakat tetap berjaga sebagai langkah antisipasi,” ujarnya.

Dijelaskan, dari Awan Panas Guguran Gunung Semeru sejumlah daerah dilaporkan mengalami hujan abu vulkanik. “Hujan abu dilaporkan terjadi di Kecamatan Senduro dan Pasrujambe dan ada yang memberi laporan ke saya di Probolinggo juga sempat terjadi hujan abu,” ungkapnya.

ERUPSI LAGI : Kondisi Gunung Semeru kembali normal dengan status Level II (Waspada). RED

Kabid Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Lumajang, Wawan Hadi, membenarkan adanya aktivitas vulkanik Gunung Semeru sebagaimana yang terekam pada video yang viral di media sosial.

“Benar, memang ada panas awan guguran, sekarang sudah berhenti,” ungkap Wawan Hadi.

Namun, Wawan memastikan awan panas guguran tersebut berjarak cukup jauh dari permukimanwarga. “Sekarang berhenti di 4,5 kilometer, masih jauh dari pemukiman, cuma gunung api kan fluktuatif,” tuturnya.

Perkiraan awal lokasi tersebut berada di daerah sekitar Desa Sumber Mujur dan Desa Curah Koboan. Gunung Semeru mengeluarkan awan panas. Dengan jarak 4.5 kilo. Daerah sekitar Sumber Mujur dan Curah Koboan, menjadi titik guguran awan panas.

Saat ini Gunung Semeru masih berada pada level II atau ‘Waspada’ dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melakukan evaluasi lebih lanjut.

Masyarakat di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Curah Kobokan agar tetap waspada dalam menghadapi adanya intensitas curah hujan yang tinggi karena dapat memicu  banjir lahar dingin.

Hingga siaran pers ini diturunkan, tim gabungan lintas Kementerian/Lembaga masih dalam proses pengembangan informasi dan belum ada keterangan adanya korban jiwa atas peristiwa tersebut.

Sementara itu, Wabup Lumajang, Bunda Indah, lewat medsos, menyampaikan terkait Gunung Semeru. Berikut pernyataannya :

SEMERU TIDAK MELETUS
JANGAN PANIK TETAP WASPADA

Tadi malam saya, Kapolres, Dandim pkl. 19.30, berangkat ke Pos Pantau Gunung Semeru, di Gunung Sawur. Cak Thoriqul Haq sedang ada acara di Surabaya. Sore harinya, banyak Whattsap, medsos, televisi yg mengabarkan erupsi. Melalui WA banyak kabar beredar Gunung Semeru meletus.

Itu bukan letusan tapi akibat gravitasi menyebabkan guguran awan panas. Kondisi sudah aman. Lava panas masih ada sampai pagi ini dan nampak jelas saya lihat dari curah kobokan, tapi sudah berkurang dan itupun masih di atas sekitar 2 km dari puncak Semeru.Jauh dari pemukiman. Penduduk sebagian di rumah, sebagian ke rumah saudaranya. Tapi tidak ada pengungsian. Hujan abu sangat tebal mulai sore, terbang mengikuti arah angin menuju kecamatan Pasrujambe dan Senduro menuju Kabupaten Probolinggo.

Pukul 23.00 kami masih berada di Loji Kecamatan Pasrujambe, sudah tidak ada lagi abu beterbangan. Hanya tanaman dan jalan-jalan penuh abu.
Status masih waspada II
Erupsi skunder tentu masih membuat kita was was, krn tumpukan material yang meninggi di atas 50 m dimungkinkan menjadi lahar dingin kalau terjadi hujan dengan curah tinggi lebih dari 3 jam.

PANTAU : Bunda Indah saat pantau di Pos Pemantauan Gunung Semeru. RED

Kami tetap menghimbau Penduduk tetap waspada dan dilarang beraktifitas 4 km dari arah bukaan kawah.
BPBD dan relawan bencana tetap stand by di lokasi sampai beberapa hari, belum perlu dibuka posko karena masih aman.

Namun semua peralatan, sarpras dan SDM (PEMKAB,TNI, POLRI) siap setiap waktu. Pakailah masker agar abu tidak masuk ke paru dan virus covid tidak masuk melalui hidung dan mulut. Bencana alam terjadi dimana mana dan pandemi covid masih tetap berlangsung

Kita tidak mampu menolak ujian Allah tapi #BERDOALAH agar Allah memberikan kekuatan untuk menghadapinya. #Bunda_indahmasdar. (ASH-KOMINFO-BPBD

Post Comment