!-- Header -->
Hukum Lumajang

Lumajang Darurat Narkoba Serang Siapa Saja

LUMAJANG – Narkoba kini ada dimana mana dan menyerang siapa saja, termasuk di Kabupaten Lumajang. Meskipun kabupaten ini tergolong  kota sedang, namun keberadaan narkoba cukup mencemaskan.

Bukan hanya orang berduit yang bisa terjebak barang haram ini. Orang yang berpenghasilan kecil, pun bisa terlena dan masuk ke dalam lingkaran  narkoba/ sabu-sabu. Bahkan anak SD sekalipun, mulai menjadi sasaran empuk. Parahnya lagi, bukan hanya laki laki yang terjebak bermain-main dengan narkoba, tapi juga perempuan dan janda – janda muda.

“Jadi, darurat narkoba itu jangan hanya dilihat kuantitas barang yang berhasil disita petugas. Tapi juga secara kualitas. Misalnya, anak anak sekolah/ pelajar, petani terbukti memakai barang haram ini,” ungkapnya.

Kalau yang diserang sudah  anak-anak sekolah, masyarakat pedesaan, dan petani, maka hal ini sudah masuk pada darurat narkoba. “Kawan – kawan wartawan bisa menterjemahkan sendiri jika kondisinya seperti ini apa masuk darurat apa tidak,” ungkap Indra, Kepala BNN Kabupaten Lumajang, kemarin.

Jadi menurut Indra, darurat narkoba tidak hanya dilihat dari  sisi kuantitas jumlah barang bukti yang berhasil disita. Harus dilihat dari berbagai sisi lain.

“Begini. Kalau bicara darurat narkoba, kan sudah ditegaskan oleh pemerintah, oleh Presiden, juga BNN, bahwa kondisi secara umum Indonesia darurat narkoba. Kalau di Lumajang bagaimana? Coba lihat kasus penyalah gunaan narkoba yang ditangani oleh Polres, kejaksaan, dan BNNK,” paparnya.

“Ada yang buruh tani, anak-anak sekolah. Coba bayangkan seorang petani sampai pakai sabu. Pertama pasti mereka  coba-coba. Setelah ketagihan akhirnya berani beli. Suatu saat, karena uangnya gak cukup ditawari untuk menjadi pengedar. Inilah faktanya,” paparnya.

Bagaimana upaya pengentasannya? Menurutnya, masalah narkoba tidak hanya tanggung jawab BNN. Apalagi ini sudah dianggap musuh bersama. “Semua punya tanggung jawab. Ini musuh bersama. Tentu kita akan koordinasi dengan BNN dan terus melakukan pencegahan secara analisis berbasis IT,” paparnya. DIN

Post Comment