!-- Header -->
Ranking 18 Angka Kemiskinan Lumajang Terus Menurun
Politik & Pemerintahan

Ranking 18 Angka Kemiskinan Lumajang Terus Menurun

LUMAJANG, PEDOMANINDO.com – Setiap tahun angka kemiskinan di Lumajang terus mengalami penurunan, termasuk tahun 2015-2016. Bahkan penurunannya di atas rata-rata.

Data dari BPS yang disodorkan Pemkab Lumajang, tahun 2015 penduduk miskin di Lumajang mencapai 118.510. Kemudian pada tahun 2016 turun menjadi 115.910. Jadi, ada penurunan sekitar 2.600.

Jika diprosentasekan, muncul angka 11,52 % pada tahun 2015 dan 11,22 % pada tahun 2016. Dari tahun 2015 ke 2016 penurunan angka kemiskinannya 0,30 % . Jika dilihat dari seluruh Jawa Timur, maka Lumajang ada di ranking 18 dari 38 kabupaten/ kota.

“Artinya Lumajang di atas rata-rata di Jawa Timur. Ini cukup bagus dibandingkan dengan seluruh kabupaten/ kota se Jawa Timur”, ungkap Kepala Bappeda Pemkab Lumajang, Ir. Nugroho, saat menggelar jumpa pers, Minggu (5/11) sore.

Jika ada pihak yang menyatakan angka kemiskinan Kabupaten Lumajang ada di peringkat ke 4, maka pihaknya, kata Nugroho, menyodorkan data resmi dan fakta dari BPS, bahwa Lumajang berada diurutan ke 18 di atas rata-rata Jatim.

“Di Jawa Timur saja jumlah penduduk miskin 12,05 % sedangkan di Lumajang 11,22 %. Ini fakta. Kalau kemudian muncul pertanyaan dari mana angka tersebut, maka saya persilahkan tanyakan ke BPS. Itu domain BPS untuk mempublikasikan sebuah dokumen resmi”, papar mantan Kepala PU Lumajang ini.

Pernyataan Nugroho ini sekaligus meluruskan statmen dari anggota DPRD Jatim, H.Rofik Abidin, bahwa Lumajang salah satu kabupaten termiskin nomer empat se Jawa Timur.

Nugroho juga menjelaskan, tahun 2015 indeks kedalaman kemiskinan (P1) Kabupaten Lumajang 1,65 % sedangkan tahun 2016 turun menjadi 1,62 %.

“Berarti ini semakin bagus. Yang tadinya banyak berada di bawah garis kemiskinan kini mulai mendekati garis kemiskinan. Ini kalau dilihat dari indeks kedalaman kemiskinan,” ujarnya.

Nugroho didampingi Doni Fimbrianto, saat memperlihatkan data kemiskinan dari BPS. Din

Sementara untuk indeks keparahan kemiskinan (P2) muncul angka 0,41 % (tahun 2015) dan 0,35 (tahun 2016). P2 adalah perbedaan pengeluaran antar penduduk miskin. Jika sebuah kabupaten angka P2 nya semakin rendah berarti semakin bagus. Begitu pun sebaliknya.

“Coba lihat tahun 2015 indeks keparahan kemiskinan (P2) di Lumajang 0,41 %. Kemudian tahun 2016 berubah menjadi 0,35 %. Artinya di sini P2 nya mendekati bagus”, kata Nugroho sambil memperlihatkan tabel kemiskinan tahun 2015-2016.

“Jadi, apa yang saya sajikan ini bukan atas opini, bukan analisis pribadi. Tapi data dari BPS yang ada tanda tangan penanggung jawab dan stempelnya”, imbuh pria yang punya hobi bersepeda ini dengan mimik serius.

Doni Fimbrianto, Kahumas Pemkab Lumajang, yang ikut mendampingi Nugroho, mengaku hanya ingin meluruskan tentang angka kemiskinan yang sempat menjadi perbincangan masyarakat, terutama di sosial media.

“Melalui insan pers kita ingin mengungkapkan data yang sebenarnya, bukan tembung jare. Pernyataan atau argumentasi soal Lumajang termiskin nomer empat se Jawa Timur mungkin hanya salah persepsi. Untuk itu, kami menyodorkan data langsung dari BPS. Itu saja”, imbuhnya singkat. DIN