!-- Header -->
Advertisement
Majelis Pers Nasional Lumajang Dikukuhkan
Komunitas Pendidikan dan Agama Peristiwa

Majelis Pers Nasional Lumajang Dikukuhkan

Ketum Umar Wirahadi : MPN Hadir Non Profit

LUMAJANG, PEDOMANINDO.com – Bertempat di Perum Asri Wonorejo Kedungjajang, Kabupaten Lumajang, Majelis Pers Nasional (MPN) Kabupaten Lumajang, dikukuhkan. Dalam kesempatan itu, hadir Pengurus MPN Pusat dan Jatim.

Acara dimulai dengan pembacaan Al Fatihah, menyanyikan lagu Indonesia Raya, mendengarkan lagu Mars MPN, pembacaan SK Kepengurusan dan pengukuhan Pengurus MPN Lumajang, dan sambutan-sambutan.

Drs. H. Guntur Trimulyono, Koordinator MPN Kabupaten Lumajang yang memberikan sambutan pertama, menyampaikan kebanggaannya dengan terbentuknya pengurus MPN Lumajang.

“Saya berharap kehadiran MPN di Lumajang mampu memberikan kontribusi pemikiran positif, mengawal pembangunan, menyatukan wartawan, dan menjadi perekat persatuan dan kesatuan di bawah naungan NKRI,” ungkapnya.

Guntur, panggilan karibnya, menyadari bahwa di Lumajang banyak yang berprofesi sebagai wartawan dan berada di organisasi wartawan yang mereka pilih.

“Namun suatu saat teman-teman wartawan yang belum ikut MPN bisa bergabung. Itu harapan saya,” ungkapnya.

Disampaikan, dengan adanya MPN wartawan bisa lebih merasa terlindungi dalam rangka ikut membangun negeri ini.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus MPN Pusat, Umar Wirahadi, SH, menyampaikan agar MPN Lumajang mampu mengayomi para wartawan dan menjadi lembaga yang profesional dan bermartabat.

“Kalau ingin profesional, maka wartawan harus memahami dunia menulis.Kalau belum lancar, maka kedepan perlu dilakukan pelatihan-pelatihan. Dengan begitu, maka kemampuan wartawan menulis semakin bagus,” pungkasnya.

Dia juga menyampaikan soal MPN. MPN itu hadir karena gelisah atas perlakuan dari Dewan Pers yang mematikan ribuan perusahaan pers kecil yang dinilai tidak sesuai dengan perundang-undangan.

“Waktu itu ada 100 tokoh jurnalis yang berkumpul membicarakan soal perusahaan-perusahaan pers kecil yang terbunuh atas kebijakan Dewan Pers. Karena itu akhirnya kita memutuskan untuk mendirikan lembaga sendiri, namanya MPN” ungkapnya.

Yang tak kalah pentingnya bahwa MPN ini organisasi non profit dan komitmennya adalah solidaritas antar wartawan. Kalau wartawan ada masalah maka perlu dibantu.

“Jadi gak ada dari MPN mencari uang, gak ada itu. Lembaga ini non profit dan hadir untuk menyelesaikan ¬†wartawan jika ada masalah hukum,” ungkapnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan dialog. SYAM