!-- Header -->
Komunitas Lumajang Peristiwa

Mantan Bupati Bondowoso : IKA PMII Pemberi Solusi Masalah Bukan Bagian dari Masalah

LUMAJANG – Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Kabupaten Lumajang, Minggu, 6 September 2020, menggelar Muscab 3, di Alula BKD Lumajang.

Akhmad Pudholi, Ketua IKA PMII Lumajang, saat sambutan, menyampaikan terima kasih kepada peserta yang hadir, terutama kepada Cak Thoriq yang banyak memberikan support penuh. “Hari ini Musycab terjadi. Saya sebenarnya ingin mundur sebagai Ketua PMII tahun 2019 dan segera digelar musycab. Namun, karena covid-19 akhirnya hari ini digelar”, ungkapnya.

Mantan anggota KPU Lumajang ini mengakui banyak kekurangan selama IKA PMII dia nahkodai. Banyak liku, bahkan susah-susah gampang memegang organisasi ini. “Ada tiga program besar selama IKA PMII saya pegang. Pertama pendataan kader. Kader gampang -gampang susah saat disuruh mendata alumni hingga belum berakhir belum selesai. Tapi kalau beli patungan kaos langsung ngelist/ nulis”, ujarnya tersenyum.

Program kedua soal distribusi kader. Dia minta maaf karena belum bisa mendistribusikan kadernya di KPU Lumajang kemarin. Program ketiga adalah Rumah Gerakan. Menurutnya, pembangunan Rumah Gerarakan ini sudah 70% selesai. “Tapi alhamdulillah, nanti bisa diselesaikan. Mohon maaf yang sebesar-besarnya jika banyak salah. Semoga kedepan IKA PMII mendapatkan yang lebih baik”, ujarnya.

H. Amin Said Husni, Ketua PW IKA PMII Jatim, saat memberikan sambutan, menyampaikan, sebuah keberhasilan itu bisa dilihat kemampuan membuat Graha atau Rumah Gerakan dan konsolidasi. Diharapkan, musycab kali ini bisa memilih secara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, mampu meningkatkan konsolidasi secara umum dalam satu komitmen Keislaman dan Keindonesiaan. “Islam yang Indonesia, yang ramah, bukan marah apalagi marah-marah”, tukasnya.

Selain itu, mantan Bupati Bondowoso 2 periode ini, juga menyampaikan, Indonesia sedang mengalami tantangan resesi dan ideologi baru yang masuk hingga ke desa – desa, bukan hanya di kota-kota besar.

“Secara nasional ada juga ancaman ekonomi akibat pandemi covid-19. Oleh karena itu, IKA PMII melahirkan ide-ide segar untuk mendistribusikan produk kepada kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Berkoordinasi lah dengan NU, pemerintah, dan ormas-ormas. Insya Allah IKA PMII memberi solusi masalah bukan bagian dari masalah”, paparnya.

MUSYCAB IKA PMII : Musycab 3 IKA PMII Lumajang, digelar hari ini.  (insert : Cak Thoriq) RED

Sementara itu, Cak Thoriq, Bupati Lumajang, mengatakan, ini merupakan konsolidasi alumni PMII. Ia berkeinginan supaya harapan yang sama terkait dengan kemajuan Lumajang terkonsolidasi dalam pikiran yang kekeluargaannya benar-benar muncul, dan itu bisa dimulai dari para alumni PMII di Kabupaten Lumajang.

“Saya yakin seluruh pola kaderisasi yang sudah dijalankan di PMII punya karakter yang sama terkait dengan bagaimana pola kepemimpinan, sekaligus bagaimana mekanisme berkepemimpinan, dan ujungnya berkeputusan itu yang dalam satu frame, yang saya berharap sama-sama punya harapan langkah-langkah untuk kemajuan Kabupaten Lumajang”, ungkapnya.

Soal pendapat berbeda dan dinamika pikirannya tidak sama forumnya adalah IKA PMII untuk mencari titik temu. “Saya berkebijakan belum tentu pada posisi itu yang dijadikan ukuran kebersamaan. Tidak. Karena begitu ada banyak pikiran-pikiran yang harus diakomodir, banyak pikiran-pikiran yang harus dikonsolidasikan. Saya berharap itu bagian nanti secara akumulatif saya mengambil kebijakan”, ujarnya seraya menambahkan, ini forum Musyawarah Cabang untuk memilih Ketua IKA PMII secara musyawarah mufakat. RED

 

Post Comment