Advertisement
!-- Header -->
Melawan Tim Cobra 2 Pembunuh Sadis Ditembak Mati 6 Lainnya Ditangkap Hidup-Hidup
Hukum Peristiwa

Melawan Tim Cobra 2 Pembunuh Sadis Ditembak Mati 6 Lainnya Ditangkap Hidup-Hidup

LUMAJANG – Dua hari yang lalu terjadi perampokan yang menewaskan Mokhamad Zainudin (32), warga Dusun Purut, Desa Bades Kecamatan Pasirian  Lumajang, dihentikan oleh seseorang, tepatnya di Jalan tambang pasir, Dusun Ringinputih, Desa Gondoruso Pasirian Lumajang.

Setelah mendapat laporan adanya temuan mayat di Dusun Sumberjeting, Desa Curah Petung, Kecamatan Kedungjajan Lumajang,  Tim Cobra Polres Lumajang mendapat informasi bahwa Mokhamad Zainudin adalah korban perampokan yang bertujuan merampas sebuah Truk yang dikendarainya.

Setelah berhasil merampas Truk tersebut, ketiga pelaku melarikan diri ke Kota Batu untuk menghilangkan jejak aksinya. Namun, penelusuran Tim Cobra Polres Lumajang, berhasil menemukan para tersangka yang berjumlah 8 orang. Karena dilakukan penggerebekan, 2 orang (Ahmad dan Abduh), enggan mengindahkan peringatan Tim Cobra Polres Lumajang dan melakukan perlawanan. Timah panas, pun dilepaskan untuk mengakhirinya. Dua orang pelaku tersebut meninggal dunia saat hendak dibawa ke RSUD Kab Lumajang. Sedangkan 6 pelaku lainnya, berhasil diringkus dan diseret ke Mapolres

“Meskipun para pelaku berhasil melarikan diri ke luar kota bukan hambatan bagi Tim Cobra menangkap mereka. Terbukti, dalam waktu kurang dari 5 jam, para pelaku berhasil ditangkap di Kota Batu. Untuk 2 orang pelaku meninggal dunia saat dibawa ke RSUD Kab Lumajang karena diganjar Timah panas oleh Tim Cobra Polres Lumajang”, ujar Kapolres Lumajang AKBP Dr. Muhammad Arsal Sahban, SH, SIK, MM, MH.

AKP Hasran Cobra, Kasat Reskrim Polres Lumajang yang memimpin langsung penangkapan tersebut, mengatakan, setelah mendapatkan laporan Tim Cobra langsung diterjunkan.

“Saya pimpin langsung. Pergerakan kami mulai dari Lumajang, Pasuruan. Lalu, informasi kami peroleh pelaku bergerak ke Kota Batu Malang. Akhirnya saya dan Tim Cobra bergerak ke Kota Batu. Di sana kami hadang mereka”, ujar Hasran yang juga Katim Cobra.

Pelaku diancam dengan pidana, pasal 365 ayat 4, tentang pencurian dengan kekerasan yang menyebabkan meninggal dunia yang dilakukan 2 orang atau lebih. Ancaman hukuman adalah 20 tahun atau seumur hidup atau pidana mati. Ke 8 orang tersebut adalah :

1. Slamet Budiono (29), Warga Desa Bades Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang sebagai eksekutor

2. Ahmad (19) warga Desa Bago Kecamatan Pasirian Lumajang sebagai eksekutor (residivis kasus narkoba 1x dan begal 2x), meninggal dunia

3. Abduh (23), warga Desa Semampir Kota Surabaya sebagai eksekutor (residivis kasus penganiayaan 1x), meninggal dunia

4. Muhammad Miftakhut Toyib (19) warga Desa Genuk Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang ikut serta dalam aksi tersebut

5. Indra Irawan (34) warga Desa Pleret, Kecamatan Pohjentrek Kabupaten Pasuruan. Dia ikut serta dalam aksi tersebut

6. Adi Rachmad (28), warga Perumahan Mutiara Keluarga Kelurahan Purworejo Kecamatan Purworejo Kabupaten Pasuruan (ikut serta dalam aksi tersebut)

7. Ahmad Baidowi (35) warga Desa Minggirsari Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar (ikut serta dalam aksi tersebut)

8. Dedi Nurdianto (25) warga Desa Bayeman Kecamatan Gondangwetan Kabupaten Pasuruan (ikut serta dalam aksi tersebut).

Dr. Arsal menambahkan, meskipun dirinya sudah melaksanakan sertijab dengan kapolres baru, tidak mengurangi taji Tim Cobra Polres Lumajang. Delapan pelaku sudah ditangkap. Mereka sangat sadis karena korban di aniaya, disetrum, dipukul pakai besi, mayatnya di buang, dan trucknya di rampok.

“Di ujung kepemimpinan saya di Kabupaten Lumajang ternyata masih saja diusik dengan kejadian begal yang menyebabkan korban meninggal dunia. Dulu saya pernah mengatakan, jangan main-main dengan Tim Cobra. Atas nama hukum dan undang-undang Tim Cobra Polres Lumajang menembak mati pelaku begal truk ini. Saya tegaskan sekali lagi, meskipun saya telah melaksanakan sertijab dengan Kapolres yang baru, namun semangat Tim Cobra Polres Lumajang untuk menekan angka kriminalitas di wilayah hukum Polres Lumajang tak akan berkurang sedikitpun”, tandas pria yang menyelesaikan gelar S3 di Universitas Padjajaran Kota Bandung tahun 2010 tersebut. RES-RED

Post Comment