!-- Header -->
Advertisement
Mencari Bupati Lumajang Yang Bermata Jeli dan Visioner
Opini

Mencari Bupati Lumajang Yang Bermata Jeli dan Visioner

Oleh: Syahrir Hamzah

Lumajang merupakan wilayah dengan karakter wilayah relatif cukup beragam. Dengan karakter wilayah cukup beragam maka wilayah Kabupatan Lumajang ditandai oleh wilayah pertanian, perkebunan, wilayah hutan, perikanan dan sebagainya. Berbagai jenis karakter wilayah tersebut pada gilirannya menghasilkan berbagai jenis produk baik di sektor pertanian, perkebunan, perikanan, hasil hutan, dan sebagainya. Selain itu lumajang juga memiliki potensi pariwisata alam yang luar biasa. Maka ke depan beberapa wilayah perlu memperoleh perhatian serius untuk dikembangkan agar produk yang dihasilkan oleh wilayah bersangkutan dapat dicapai secara optimal sesuai dengan potensi yang dimilikinya.

Ibarat lomba lari, Lumajang sudah kalah sejak start, teknik berlari yang kurang baik membuat Lumajang tertinggal cukup jauh di lintasan. Untuk mengejar ketertinggalan Lumajang memerlukan teknik baru agar dapat berlari tiga kali lebih cepat. Teknik baru dalam berlari hanya bisa muncul jika lumajang memiliki bupati yang bermata jeli dan visioner. Seperti apa bupati bermata jeli dan visioner itu? Seorang bupati yang bermata jeli dan visinoner dalam sejarah, memiliki kreativitas, iman yang teguh, watak yang kukuh dan urat saraf yang kuat.

Di samping itu, bupati yang bermata jeli dan visioner adalah bupati yang mempunyai komitmen kerja cepat, kerja cerdas, dan yang tak kalah penting adalah kerja tuntas, serta bekerja cepat seperti mata. Ia bukan sekadar mata yang bergerak secara acak, melainkan harus menjadi mata yang jeli melihat peluang yang belum terlihat atau bahkan sama sekali tidak terlihat rakyatnya.

Bukan itu saja, ia pun sanggup menyakinkan dan mengajak rakyatnya untuk memerjuangkan pandangan masa depannya dengan penuh optimisme. Untuk menjadi bupati bermata jeli dan visioner, seorang bupati harus berkarakter, punya kredibilitas, menjadi inspirasi keteladanan dan mampu menumbuhkan harapan.

Mari kita elaborasi sedikit terkait hal ini. Pertama, berkarakter. bupati yang berkarakter barang tentu bukan sosok karbitan, mengandalkan uang, pengaruh, popularitas dan tanpa catatan prestasi. Pertama, bupati berkarakter adalah bupati yang mampu membuat rencana program masa depan bagi kesejahteraan rakyatnya dan selalu berpikir kreatif dan inovatif. Kedua, kredibilitas, ini menyangkut komitmen, integritas kejujuran, konsistensi dan keberanian untuk bertanggungjawab atas pilihannya. Bukan jenis bupati yang korup, mementingkan pribadi dan kelompoknya, ragu-ragu dan serba lambat dalam mengambil keputusan. Bupati yang kredible bertanggungjawab tanpa menyalahkan bawahannya. Ketiga, Inspirasi keteladanan. Ini aspek kepemimpinan yang sangat penting, banyak bupati yang gagal menjadi sumber inspirasi keteladanan. Mereka tidak sanggup berdiri di barisan terdepan dalam memberi teladan dari dirinya dan lingkungannya. Bupati yang inspiratif sanggup secara otomatis menunjukan ketulusan dalam berbuat. “Perubahan Lumajang ada pada bupatinya”.

Menurut penulis bupati itu seperti manajer, Seorang manajer dituntut untuk mampu memberikan arah (direction), koordinasi (coordination), dan pengawasan (control) terhadap tenaga yang dikelolanya. Seorang manajer diharapkan memiliki kemampuan menyusun perencanaan (planning),pengorganisasian (organizing), pengawasan (controlling), mengkoordinasi (coordinating), supervise (supervising), dan mamberi motivasi dan dorongan (motivating). Banyak bupati yang berhasil meski kurang memiliki kemampuan sebagai seorang manajer. Mereka lebih menitik beratkan pada kharisma atau ketokohannya yang dimilikinya. Namun bila seorang bupati memiliki kemampuan seorang manajer pasti akan lebih mantap. Bupati yang visioner tidak boleh membuat rakyatnya gelisah atau sedih. Harus selalu memberikan motivasi dan dorongan, supaya bisa bersama-sama bergerak membangun dan mengelola pembangunan yang berkeadilan dan berkesinambungan. Bukan hanya sekedar duduk diam berkuasa.

Dalam kondisi yang kurang memuaskan, kita sebagai masyarakat Lumajang harus terus bermimpi datangnya bupati yang membawa perubahan bagi Lumajang yang lebih baik. Masyarakat Lumajang tentu berharap bahwa pilkada 2018 mendatang adalah momentum yang tepat untuk memilih bupati yang bermata jeli dan visioner.

Penulis adalah: Aktivis Peduli Akan Perubahan Lumajang