Advertisement
!-- Header -->
Kesehatan Lumajang Opini

Mengenal Istilah-Istilah Dalam Kasus Corona

Advertisement

LUMAJANG – Ditengah-tengah maraknya virus corona, banyak istilah yang sering kali dikeluarkan pemerintah, seperti lockdown, social distancing, ODP, PDP, dan masih banyak lagi istilah lainnya. Supaya tidak salah dalam mengartikan istilah-istilah tersebut, mari kita simak ulasan dibawah ini dengan seksama.

1. Lockdown

Lockdown berasal dari bahasa Inggris, yang artinya adalah terkunci. Dalam konteks kasus Covid-19, lockdown adalah mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah maupun Negara. Hal ini dilakukan agar virus tidak menyebar secara luas lagi. Jika terdapat suatu daerah dinyatakan lockdown, maka semua aktivitas di daerah tersebut ditiadakan.

Dalam mencegah penyebaran virus Covid-19, beberapa negara memberlakukan lockdown dan ada pula yang memilih mengambil kebijakan lainnya. Sama dengan Indonesia, pemerintah menilai masih belum diperlukan.

2. Social Distancing

Social Distancing adalah perilaku atau sikap untuk menjauhi segala bentuk perkumpulan, menjaga jarak antar manusia yang satu dengan yang lainnya, dan menghindari berbagai pertemuan yang melibatkan banyak orang.

3. Isolasi dan Karantina

Di Negara Indonesia, kita mengenal istilah Isolasi dan Karantina. Keduanya memiliki maksud yang sama yakni mengarah pada pengendalian penyebaran virus dengan cara membatasi perpindahan orang. ‘Perpindahan Orang’ terdapat dua macam, perpindahan orang yang sakit dan perpindahan orang yang sehat. Jika suatu daerah sedang melakukan perpindahan terhadap orang-orang yang sakit, maka disebut isolasi. Sedangkan jika suatu daerah melakukan perpindahan terhadap orang-orang yang sehat, maka disebut dengan karantina.

4. ODP dan PDP

Ketiga istilah in akrab digunakan dalam membedakan status pasien Covid-19. Kebanyakan msyarakat hanya mengetahui namanya tanpa tau arti serta perbedaannya.

Orang dalam Pemantauan (ODP) merupakan mereka yang menderita demam diatas 38oC yang disertai dengan gejala gangguan sistem pernafasan seperti pilek, sakit tenggorokan, dan batuk. Selain itu, orang-orang yang memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri ataupun ke daerah-daerah yang menjadi sorotan positif Covid-19.

Pasien dalam Pengawasan (PDP), status ini berada satu tingkat diatas ODP. Pada tingkatan ini mereka bercirikan hampir mirip dengan ciri-ciri ODP, namun orang PDP cenderung punya riwayat bersinggungan dengan pasien positif Covid-19.

5. Work From Home (WFH)

Di kalangan pekerja, istilah ini tentu tidak asing baginya. Pasalnya kebijakan ini diterapkan kepada mereka para pekerja. Tidak hanya itu, kalangan pelajar dan mahasiswapun menerapkan kebijakan tersebut.

WFH sendiri memiliki arti bekerja di rumah. Guna mengurangi risiko penularan Covid-19, para mereka diperbolehkan menyelesaikan pekerjaan di rumah. Seperti halnya pada siswa dan mahasiswa. Pasca menyebarnya Covid-19 di Indonesia, para siswa dan mahasiswa diliburkan, bukan berarti libur untuk berwisata atau yang lainnya, namun mereka tetap mengerjakan pekerjaan sekolah di rumah menggunakan sistem Dalam Jaringan (Daring), yang berarti terhubung melalui jejaring komputer, internet, dan sebagainya.

6. Imported Case dan Local Tranmission

Kedua istilah ini mengarah pada lokasi dimana suatu virus menjangkit seseorang.

Seorang pergi umroh ke Arab Saudi. Setibanya di Tanah Air, orang tersebut dinyatakan positif Covid-19. Dalam hal ini, seorang tersebut tertular virus di luar wilayah ia dinyatakan positif. Gambaran inilah yang disebut dengan Imported Case.

Sedangkan Local Transmission berarti seorang tertular suatu virus di dalam wilayah dimana ia nyatakan positif. Seperti contoh, seseorang yang positif Covid-19 akibat melakukan kontak langsung dengan pasien yang positif di wilayah lingkungannya.

7. Epidemi dan Pandemi

Istilah ini mengarah pada penyebaran penyakit yang secara cepat dengan banyaknya korban terjangkit dan tidak normal. Keduanya memiliki perbedaan yang mendasar, yakni jika Epidemi menyebar disuatu wilayah tertentu saja, namun jika Pandemi menyebar ke seluruh wilayah bahkan ke seluruh dunia.

Perihal Covid-19, World Health Organization (WHO) telah menetapkan sebagai Pandemi. Pasalnya, twlah diketahui bersama bahwa virus tersebut menyebar ke segala penjuru dunia. (Sumber : Tempo.co/NDY).

Post Comment