!-- Header -->
Nambang Pasir Di Lokasi Penambangan Ilegal Meninggal
Peristiwa

Nambang Pasir Di Lokasi Penambangan Ilegal Meninggal

LUMAJANG, PEDOMANINDONESIA.com – Beberapa waktu lalu, seorang sopir truk pengangkut pasir meninggal dunia di lokasi penambangan pasir yang diduga ilegal.

Lokasi meninggalnya sopir tersebut kebetulan lahannya Perhutani. Hebatnya, peristiwa tersebut tidak terendus media. Informasi yang berhasil ditelusuri pedomanindonesia.com, masalah ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan.

Sopir meninggal tersebut merupakan warga Desa Jagalan, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang. Dia dianggap cukup berani mengambil pasir di lokasi yang diduga ilegal/ tak berizin.

Polsek Pronojiwo sendiri, ketika dihubungi via WA oleh sejumlah media, membenarkan kejadian tersebut, tapi enggan memberikan komentar dengan alasan itu ranah Polsek Ampelgading, Malang.

“Silakan, itu ikut wilayah Malang langsung ke Ampel Gading. Saya gak berani komen,” ujarnya.

Kepala Desa Sidomulyo, Paiman, saat dihubungi via ponselnya, membenarkan jika lokasi tambang pasir tersebut memang tak berizin.

“Lokasinya ada di hutan, milik Perhutani. Saya tidak mengetahui persis. Saya tahu kejadian itu sudah diselesaikan oleh pihak keluarga,” jelasnya.

Ditanya lokasi tambang tersebut, Paiman menyampaikan milik seseorang berinisial ‘BG’ yang berada di Dusun Sumberurang, Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo Lumajang.

“Dulu lokasi tambang pasir itu milik BG. Gak tahu lagi sekarang milik siapa,” ujarnya dengan logat bahasa Madura.

Dijelaskan, di wilayah Kecamatan Pronojiwo sebenarnya banyak lahan tambang pasir ilegal (sekitar 20 tempat).

Peristiwa ini bermula dari informasi warga Desa Sidomulyo yang tak mau namanya dimediakan.

“Sampeyan datang aja ke lokasi kejadian biar tahu sendiri. Silahkan konfirmasi dengan para penambang di sana,” ujarnya. DIN