!-- Header -->
Nanik Indayati DPMD Lumajang Getol Kawal Terbentuknya BUMDes
Suara Desa

Nanik Indayati DPMD Lumajang Getol Kawal Terbentuknya BUMDes

LUMAJANG, PEDOMANINDO.com – Kabid Pemberdayan Perekonomian Masyarakat pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Lamajang, Nanik Indayati, SH, M.Si, getol mengawal terbentuknya BUMDes, di seluruh desa. Berbagai langkah dilakukan, misalnya sosialisasi, bimtek, dan pembinaan.

“Kita mensosialisasikan, melakukan pembinaan, bimtek, soal administrasi dan regulasinya menyangkut  pembentukan BUMDes,” ungkapnya, Senin (21/8) siang.

Dikatakan, BUMDes  seharusnya sudah ada sejak tahun 2016, namun karena berbagai hal maka pembentukannya baru tahun ini dan perlu terus dioptimalkan. Diakuinya, tidak sedikit desa belum paham BUMDes, sehingga mereka tidak bisa menyertakan modal.

“Kita sering menyederhanakan istilah business plan diganti dengan proposal yang berisi tentang apa yang mau dikembangkan terkait potensi-potensi desa. Bimtek-bimtek juga sudah dilakukan sejak Juli lalu. Sosialisasi juga sudah lama digelar. Saat sosialisasi mereka paham. Tapi setelah sampai di rumah lupa lagi apa yang harus dilakukan,” ujarnya.

Mestinya, setelah muncul UU Desa dan Perbup No. 26 Tentang Bumdes, Badan Usaha Milik Desa ini sudah selesai akhir Desember 2016. Masalah BUMDes baru ada greget nya setelah ada program Mahadesa.

Dari 200 san desa se-Kabupaten Lumajang yang BUMDes nya sudah terbentuk sekitar 131 desa dan 61 di antaranya sudah klarifikasi di bagian hukum  (belum jalan/belum ada aktivitas, sementara 23 BUMDes sudah berjalan (ada kegiatan) meskipun belum optimal. Desa-desa yang sudah berjalan ini bergerak di bidang simpan pinjam, pasar desa, pertanian, perdagangan, dan bidang pariwisata.

“Kayak di Pasirian sudah jalan bahkan sudah bisa membangun kerja sama dengan salah satu pihak perbankan. Mereka bergerak di bidang simpan pinjam, pasar desa, pengelolaan sampah. Kalau yang bergerak di bidang wisata pantainya adalah Desa Bades dan Ranupane baru digagas,” paparnya.

Dia menambahkan, agar mereka (pihak desa dan masyarakatnya) mempunyai kepedulian dan ketertarikan, maka perlu diberikan pemahaman manfaat BUMDes secara terus menerus. Harapannya, setelah tahu dan paham keuntungan BUMDes akan muncul kreatifitas dari bawah.

“Itu yang kita inginkan. Kalau gagasan muncul dari atas biasanya gak akan jalan maksimal,” ungkapnya. Tentu saja, kata Nanik, panggilannya, SDM pelaku harus dilatih. SAT-FIK