!-- Header -->
Ekonomi Lumajang

“OMi” Optimis Omsetnya Naik Meski Turun Selama Pandemi

LUMAJANG – Nama lengkapnya Ria Arisandi, alamat Jalan Diponegoro, gang 5 Jogoyudan, Lumajang, Jawa Timur. Profesinya sebagai penjual berbagai produk melalui online

Awal mulanya (tahun 2009), dia jualan online produk non makanan seperti  baju, peralatan rumah tangga, aksesories, tas dan lain lain. Baru awal tahun 2016, dia terjun di usaha baru yaitu snack/ makanan.

“Awal mula saya buka outlet Mmi Imon(OMi) karena memanfaatkan toko kosong di depan rumah. Tujuannya agar para pelanggan bisa langsung ke toko untuk memilih produknya. Karena di pinggir jalan raya, sambil memperluas pasar, mengenalkan produk yang saya jual di OMi”, ungkapnya, Sabtu  (21 Nopember 2020).

Produk yang dijual di OMi seputar oleh-oleh khas Lumajang dan beberapa produk luar Lumajang yang laku dijual di Lumajang.

Sebelumnya, istri dari Eko Yanuar ini tergabung dalam suatu komunitas UMKM yang  biasanya mendapat tempat dalam acara bazar dari dinas terkait ketika ada event. Menurutnya, untuk event peluang penjualan sangat besar. Tapi karena tidak ada setiap saat, akhirnya dia memutuskan untuk membuka outlet.

“Saya membuka outlet, memfasilitasi teman- teman UMKM untuk bisa bekerjasama dengan OMi menyediakan produk sistem konsinyasi. Karena, terus terang, untuk potensi Kabupaten Lumajang sangat bagus. Banyak teman yang pintar memproduksi suatu produk, tapi dalam hal pemasaran kurang. Dalam hal ini saya berusaha membantu ikut memasarkan lewat online/ offline pada semua medsos yang saya punya”, ujarnya. 

Jadi, meskipun sistem konsinyasi, tapi produk tidak hanya diam dipajang di etalase. Dia juga mempromosikan satu persatu produk tersebut. Bagaimana dengan market? Untuk segmen pasar bisa dari usia balita sampai dewasa. Di sana ada produk yang bisa dikonsumsi anak-anak, misalnya teri crispy bisa buat lauk balita karena banyak gizinya.

OMi : Outlet OMi bertahan di saat pandemi. Positif thinking dan optimis perekonomi akan bangkit kembali. RED

Untuk kalangan dewasa ada produk Pia yang ngeprull tentunya. Semua kalangan juga mampu membeli karena harganya sangat terjangkau. Aneka produk kripik dari berbagai macam buah dan umbi-umbian ada, termasuk cokelat buatan UMKM Lumajang, produk Kopi Bubuk Robusta organik bersertifikat asli Lumajang yang sudah mampu menembus pasar nasional dan sampai ke luar negeri.

“Jadi bisa dikategorikan segmen pasar dari balita sampai dewasa, laki-laki dan perempuan”, ujarnya.

Karena fokus di bidang pemasaran di OMi, perempuan yang hobby nya jualan ini punya satu karyawan untuk menjaga Outlet Mmi Imon, di Jalan Sunandar Priyo Sudarmo No. 141, Sukodono – Lumajang atau Barat Perumahan Bumimoro depan eks garasi Tjipto/ Timur lampu merah Pertigaan Wringin selatan jalan hadap utara, Telp/ WA : 081335147869.

Setiap hari buka pukul  08.00 – 16.00 WIB. Istirahat pukul 12.00-13.00 WIB. Selama ini, produknya dipasarkan lewat online (WA dan FB) dan offline.  

Apa kelebihan produk yang dijual di OMi? “Kelebihan produk yang saya jual antara lain “pasti enak”. Saya yang jamin itu semua. Lokasinya mudah dijangkau. Harganya sangat terjangkau. Bisa pesan lewat WA dan kita kirim lewat ojek online“, ujar Ibu kelahiran 3 Desember 1985 ini.

Jadi, ada sinergitas antar pemilik Outlet Mmi Imon, sesama UMKM, ojek online, expedisi dalam pemasaran, penjualan dan distribusinya. Dengan kata lain ada sinergitas dan saling membutuhkan. 

Bagaimana kondisi pasar sebelum dan saat pandemi Covid-19? Ria memaparkan, kondisi pasar saat pandemi sudah dirasakan sejak awal tahun (sekitar Pebruari 2020). Kemerosotan omset sangat jauh. Hampir hanya bersisa 20-25 %  dari omset normal.

Banyak produsen yang stop produksi. Barang banyak yang tidak laku karena jarang orang jajan. “Mungkin karena pemasukan juga berkurang, atau mengurangi bepergian. Orang  keluar kota waktu itu juga tidak diperbolehkan, sehingga omset yang biasanya rame, orang belanja buat oleh-oleh jadi gak ada sama sekali”, ungkap ibu dari Marshal, Benzema, dan Hanan ini.

Karena yang terkena dampak itu hampir seluruh dunia, dia tidak punya keinginan membuka usaha baru di bidang lain.

“Saya berpikir, mau ganti haluan juga tidak mungkin. Buka usaha baru butuh dana lagi. Sedangkan modal sudah tidak ada. Usaha sekarang ya… mau tidak mau berkurang karena ikut kepake”, selorohnya.

Meski demikian, dia tetap berprasangka baik, bahwa pandemi akan berlalu lu rezeki dari Allah selalu ada.

“Saya dan suami tetap Huznuddzon. Rezeki dari Allah selalu ada, entah dari mana datangnya. Bisa OMi, bisa juga dari jalan lain. Kalau OMi tutup nanti mau buka lagi pasti berat.  Karena orang yang sudah tahu kita kemarin tutup menganggapnya tutup seterusnya. Jadi, saya putuskan  tetap berjuang buka OMi, meski dengan produk yang minim karena banyak UMKM yang tidak produksi lagi. Tentunya kami juga banyak berdoa semoga Allah ngasik rezeki yang cukup. Cukup buat makan, cukup buat bayar karyawan Alhamdulillah”, katanya panjang lebar.

Apa strateginya agar OMi bertahan hingga sekarang? Strategi bisnis yang sempat dia berikan adalah diskon setiap pembelian. Karena orang orang kebanyakan suka sekali dengan namanya diskon/ potongan harga. Tentunya dengan perhitungan matang.

“Beberapa produk kami diskon. Misal harga normal Rp 60 ribu, hari ini hanya Rp 50 ribu saja. Atau potongan diskon produk A senilai 2.000/pcs minimal belanja sekian. Dan seterusnya”, pungkasnya seraya mengatakan, 70 % pelanggannya dari Lumajang, sedangkan 30 % nya dari luar Kota Lumajang.

Dia bersyukur menuju era new normal omsetnya naik, meskipun naiknya pelan. Para pelaku UMKM, pun sudah mulai produksi lagi dan antusias mempercayakan produknya kepada OMi dalam sistem pemasaran menjadi salah satu moodboster.

Di Outlet ini, ada 50 varian produk yang dijual. Dia berharap pandemi Covid-19 lekas berlalu. Lumajang memang masih zona merah, tapi hati harus tetap putih.

“Artinya selalu positif thinking atas apa yang terjadi semua atas izin Allah. Tetap semangat dan jangan lupa tambah imun, tambah iman biar aman”, imbuhnya. RED

Post Comment