!-- Header -->
Otokritik, OPD Perlu Kreatif dan Inovatif
Politik & Pemerintahan

Otokritik, OPD Perlu Kreatif dan Inovatif

LUMAJANG – Di hadapan sejumlah wartawan saat jumpa pers, Drs. Agus Triyono, M.Si, Sekda Lumajang, Selasa (5/11/2019), menyampaikan beberapa hal. Pertama soal seragam batik yang digunakan setiap Selasa pada minggu pertama setiap bulannya.

“Karena batik Lumajang banyak jenisnya, maka dari segi warna beragam. Kayak punya saya ini berbeda dengan batik lainnya”, ujar Agus Triyono dalam prolognya, di lantai 3 Pemkab Lumajang. Selain masalah batik Lumajang yang dikenakan, Agus Triyono menyampaikan masalah udeng (penutup kepala).  Dirinya berupaya untuk membudayakan udeng,  disesuaikan dengan rencana penggunaan batik.

Yang kedua berkaitan OPD (Organisasi Perangkat Daerah). Secara blak-blakan, Agus Triyono,  mengkritisi beberapa Kepala OPD yang tidak bisa memaparkan program dinasnya.

“Kalau kepala dinas saja tidak memiliki bahan, tidak bisa memaparkan programnya, terus dia bekerja atas dasar apa? Bagaimana caranya menyampaikan kepada masyarakat? Ini tidak lepas dari pola pikir,” tandas Agus, panggilan karibnya.

Menurutnya, merubah pola pikir merupakan tantangan agak berat. Meskipun misalnya uangnya sudah ada, tinggal memencanakan program apa yang akan dilaksanakan, kapan, dan bagaimana. “Kita perlu akui kreatifitas dan inovasi di OPD masih lemah. Masih ada yang copy paste dalam melangkah”, selorohnya.

Masih menurut Agus, pihaknya bersama bupati akan melakukan evaluasi terhadap OPD atau kepala dinas.DIN

Post Comment