Advertisement
!-- Header -->
Ekonomi Komunitas Lumajang

Paguyuban Lele Stail Berdayakan Remaja Budidaya dan Jual Ikan Lele Bakar

LUMAJANG – Banyaknya anak remaja yang jadi pengangguran, membuat Paguyuban Lele Stail Rogotrunan, terbentuk. Paguyuban Lele Stail ini diambil dari nama jalan, yakni Jalan Stail. Bergerak di bidang budi daya lele.

“Banyak sekali sebenarnya potensi kalau mau digali, salah satunya adalah budi daya ikan lele. Di sini banyak anak remaja pengangguran. Kita manfaatkan. Kita berdayakan. Kemudian terbentuklah Paguyuban Lele Stail”, ujar M. Fahri Abdillah, Owner dan penggagas budi daya ikan lele, Selasa (21 Nopember 2020).

Sudah ada 4 kelompok yang tergabung dalam paguyuban ini. Masing-masing kelompok sebanyak 4 orang. Awalnya, hanya Fahri Abdillah seorang yang memulai usaha lele ini. Lama kelamaan banyak yang ingin bergabung (terutama para tetangga dekat) hingga terbentuk paguyuban tersebut.

“Awalnya hanya 2 kolam berisi lele punya saya. Akhirnya sekarang berkembang menjadi 7 kolam milik paguyuban. Ukuran kolam diameternya 3 meter persegi, sedangkan yang kecil 2,5 meter persegi”, tukas Fahri, panggilan karibnya.

Bibit-bibit lele tersebut dia kulak di Kediri setiap 2 bulan sekali sebanyak 200 ribu ekor. Secara kualitas di sana lebih bagus. Bibitnya sehat-sehat. Hanya sekian persen yang mati. “Kalaupun ada yang mati, atau yang sakit segera dipindahkan. Diobati agar tidak menular ke bibit lainnya. Sudah ada tempat isolasi”, papar pria yang punya hobby otomotif ini.

Dijelaskan, bibit lele yang dibeli usianya sekitar 2 minggu dan besarnya seperti telunjuk orang dewasa. Ikan – ikan lele ini baru bisa panen setelah dipelihara selama sekitar 2,5 bulan hingga 3 bulan. Soal pakan, seperti ikan lele pada umumnya.

“Bedanya, pakan kita pilih yang bagus. Yang  istimewa agar pertumbuhannya cepat dan tidak kurus. Kita juga beri pakan buatan sendiri untuk meminalisir anggaran yang ada. Selain itu, setiap hari pagi dan sore airnya kita ganti, sehingga kondisi ikan tetap sehat. Airnya kita buang ke tanaman sayuran yang ada di sekitar sebagai pupuk”, ungkap cowok kelahiran 2 Agustus 1996.

PAGUYUBAN LELE STAIL : Aktivitas anak anak remaja dalam budidaya ikan lele dan lele bakar segar. RED

Soal pemasaran, selain dipasarkan ke pelanggan yang sudah ada, pihaknya ungkap Fahri, membuat pasar baru dengan cara diolah matang. Dibakar dalam kondisi segar. Dikasik bumbu buatan sendiri lalu dijual sehingga punya nilai tambah.

“Kawan-kawan, anak anak remaja yang memasarkan. Harganya terjangkau. Alhamdulillah semua lancar meskipun di tengah pandemi. Ikan lele bakar kita enak, empuk, gurih, bumbunya meresap. Maknyus”, tutur lulusan STM yang pernah kontrak kerja di Liberville Gabon ini sedikit berpromosi.

Untuk mengembangkan budidaya ikan lele tersebut mereka mendatangi Dinas Perikanan dan Kelautan Pemkab Lumajang.

“Kita sudah berkunjung ke sana. Kita pengen ada pelatihan bikin pakan sendiri dan pelatihan-pelatihan lainnya. Harapannya, Dinas Perikanan bisa bekerja sama dengan kita. Mereka oke. Tinggal nunggu informasi lanjutannya”, imbuhnya.

Bila ada yang tertarik budidaya ikan lele atau ingin memesan ikan lele untuk dijual di warung-warung bisa menghubingi customer service di +24106596010. RED

Post Comment