Advertisement
!-- Header -->
Paiman Kembali ke Dinas Pertanian
Politik & Pemerintahan

Paiman Kembali ke Dinas Pertanian

LUMAJANG – Ir. Paiman , mantan Kepala Dinas Pertanian dan yang juga mantan Kepala Ketapang (Ketahanan Pangan) Pemkab Lumajang, Jawa Timur, rupanya akan dikembalikan lagi ke dinas pertanian sebagai kepala dinas.

Buktinya, saat ini Bupati Lumajang, H. Thoriqul Haq, M.ML, mengeluarkan surat jabatan baru untuk Paiman sebagai Plt Kepala Dinas Pertanian selain sebagai staf ahli bupati sejak 1 tahun lalu.

Surat Plt kepada Ir. Paiman, seperti yang beredar di grup – grup WA, ditanda tangani Bupati Thoriqul Haq tertanggal 29 Nopember 2019. Bahkan, beberapa orang  mengirimkan surat tersebut ke PedomanIndonesia.com.

Sekedar diketahui, seperti kepala dinas lainnya, Ir. Paiman seringkali dipindah dari dinas yang ke dinas yang lain. Menariknya, setiap kali dipindah ke dinas apapun, pria yang mengaku “wong ndeso” ini selalu membuat istilah baru di tempat baru.

Saat di Dinas Ketahanan Pangan, dia membuat istilah menarik, Si Gempal (Aksi Gerakan Kembali ke Pangan Lokal), Paiman menginginkan bagaimana masyarakat Lumajang tidak hanya tergantung pada beras, tapi juga umbi-umbian yang juga kaya protein.

Disampaikan, makna Si Gempal bukanlah semata-mata terkait makanan dari “Polopendhem”. Istilah Si Gempal yang dilaunching Bupati Lumajang, Dr. H. Sjahrazad Masdar, MA (Alm), tanggal 14 Desember 2009, yang mengacu pada PERPRES : 22/2009 tentang Kebijakan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal. Sayangnya, Si Gempal belum mampu membumi. Apalagi setelah ditinggal Paiman.

PLT KADISPERTA : Surat Plt Kadisperta Lumajang untuk Ir. Paiman (dok).

Kemudian, sebagai Kepala Dinas Pertanian, Paiman meluncurkan program Sigarpun Bulat. Aksi Gerakan Pemupukan Organik dan Benih Unggul Bersertifikat disingkat Sigapun Bulat, mudah diingat, dan langsung dalam bentuk gerakan nyata.

Sigarpun Bulat merupakan upaya mengembalikan kesuburan tanah yang mulai turun, meningkatkan hasil pertanian dengan bibit ungggul bersertifikat, serta menjaga keseimbangan alam.

“Tujuan akhirnya agar lahan pertanian di Lumajang tidak terus-menerus digerojok pupuk kimia yang lambat-laun bisa merusak kesuburan tanah. Kebutuhan pangan yang dihasilkan melalui pengelolaan alam merupakan kebutuhan utama, maka pengelolaan sumber daya alam secara bijak mutlak harus dilakukan.

Hal ini berpengaruh terhadap keseimbangan alam dan masa depan generasi mendatang,” kata Paiman, kepada PedomanIndonesia, saat aktif di Kadisperta.

Penggunaan bibit unggul bersertifikat juga terus didorong untuk mengoptimalkan hasil pertanian, khususnya untuk lahan padi, jagung, dan kedelai. Fakta di lapangan, penggunaan pupuk anorganik semakin meningkat, cenderung berlebihan dan tidak efisien. Sementara harganya semakin mahal serta sering kurang tersedia dalam jumlah dan waktu yang tepat.

Pupuk organik sebagian atau seluruhnya terdiri dari bahan organik yang berasal dari sisa tanaman dan atau kotoran hewan. Melalui proses, rekayasa, berbentuk padat atau cair yang digunakan untuk mensuplai hara tanaman, memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah.

Selain itu, pupuk organik juga berperan sebagai pembentuk butiran (glanulator) dari butiran-butiran mineral yang mengakibatkan struktur tanah menjadi gembur dan produktif. Juga mendorong meningkatkan daya tahan air tanah, sehingga tanaman tidak kekurangan air.

Macam-macam organik yaitu pupuk kandang, pupuk hijau dan pupuk kompos. Diharapkan, program Sigarpun Bulat ini menghasilkan produk pertanian berkualitas dan bersaing di pasaran dalam negeri dan internasional.

Program Sigarpun Bulat Lumajang kini mulai dilirik di tingkat nasional. Kementerian Pertanian sudah menyatakan sangat tertarik dengan program peningkatan kesuburan tanah dan produktivitas pertanian.

Sejak dilaporkan ke pemerintah pusat April 2012, gerakan ini mendapat apresiasi menjadi program di seluruh Indonesia. Pemupukan organik semakin menyuburkan tanah dan hasil panen melimpah, ketimbang pupuk kimia yang cenderung mengeringkan tanah serta kesuburannya cuma sebentar.

Program Sigarpun bulat akan menjadi program nasional karena sangat bagus dalam konsep dan aplikasi di lapangan. Apalagi menggunakan pupuk organik yang bisa dihasilkan dari kotoran ternak.

Plt Kadisperta : Ir. Paiman (foto tengah) kembali ke Dinas Pertanian Lumajang, Meskipun masih sebagai Plt Kadisperta (dokumen-Red).

“Kita sebagai masyarakat Lumajang patut berbangga, program lokal bisa menasional,” ungkapnya, saat itu.

Namun, sejak ditinggalkan Paiman, Sigarpun Bulat maupun Si Gempal seakan-seakan “tenggelam”. Kini, Paiman kembali dipercaya memegang Disperta, meskipun masih sebagai Plt Kadisperta. Adakah ada gerakan dan gebrakan baru? DIN

 

Post Comment