Advertisement
!-- Header -->
Hiburan Komunitas Pariwisata Peristiwa Politik & Pemerintahan

Pameran Artefak Meteorit Nusantara Menelisik Kejayaan Masa Lalu

Advertisement

JEMBER – Pameran Artefak Meteorit yang dilaksanakan secara hybrid (luring dan daring), di Pendopo Wahyawibawagraha, Sabtu (28/8/2021), dibuka secara resmi oleh Bupati Jember, Ir. H Hendy Siswanto

Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Yayasan Jember Fashion Carnaval (JFC) dan pemerintah Kabupaten Jember.

Pameran tersebut dibuka dengan penampilan JFC Marching Band and talent dan Linkrafin dengan sentuhan kostum rancangan Jember Fashion Carnaval.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga Salahudin Uno, memberikan apresiasi pada acara ini.

“Saya berharap event berskala internasional yang mengangkat tema besar hadirnya kejayaan leluhur nusantara akan berdampak pada kebangkitan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia,” ujarnya saat  sambutan secara virtual.

Sandiaga Salahudin Uno menyampaikan, ini merupakan acara pertama di Indonesia. Dia berharap, acara ini bukan yang terakhir. Bisa ada kelanjutannya untuk membuktikan kepada dunia bahwa sudah ada peradaban maju di Nusantara pada masa ribuan tahun sebelum Masehi.

Bupati Jember, Ir. H HENDY SISWANTO membuka secara resmi Pameran Artefak Meteorit, di Pendopo Wahyawibawagraha. RED

Presiden JFC, Budi Setiawan menyebut, pameran artefak meteorit bertajuk “Keagungan Peradaban Nusantara” adalah yang pertama di dunia dan diselenggarakan di Kabupaten Jember.

Iwan, sapaan akrab Budi Setiawan, menjelaskan, pameran kali ini dalam rangka memeriahkan Hari Kemerdekaan ke-76 Republik Indonesia. Ada 76 artefak meteorit yang ditampilkan terdiri dari tandu perang, baju zirah, beragam mahkota, terompah, lempengan batu meteorit, sabuk, kalung, beragam senjata beragam ukuran serta banyak lagi lainnya.

“Sebenarnya artefak yang ada lebih dari itu. Namun yang dipamerkan 76 buah sesuai dengan 76 tahun Indonesia merdeka,” kata Iwan.

“Satu fakta yang kami lihat dan rasakan bahwa ragam, bentuk dan ukuran artefaknya memang di luar nalar kita yang saat ini kita semua berada di dunia modern (menimbulkan decak kagum),” ungkapnya.

Sementara itu Bupati Jember Hendy Siswanto, menyampaikan, kegiatan ini merupakan penyemangat sektor pariwisata di tengah pandemi Covid-19.

“JFC saat ini menggugah kita bahwa sejarah luar biasa dimiliki oleh Indonesia.  Tidak ada hari ini jika tidak ada hari kemarin. Artinya apa, peradaban masa lalu sedahsyat seperti ini. Maka kita di masa modern harus lebih dahsyat lagi dalam inovasi.  Kita harus terus lebih baik dari kemarin,” ungkap Bupati Hendy.
“Ini harus dijadikan motivasi kita terlebih saat pandemi Covid-19. Tunjukkan bahwa kita bangsa yang kuat, tangguh, dan pandemi Covid-19 ini tidak menjadi penghalang bagi kita semua dalam berinovasi,” pesannya.

Selain pameran artefak, juga dilangsungkan acara webinar selama 2 hari (28-29 Agustus 2021), dibagi dalam 4 sesi. Ada 16 pemateri yang dihadirkan antara lain Prof Dr. Nurul Taufiqu Rochman, PhD., M.Eng., B.Eng Kepala Pusat Penelitian Metalurgi dan Material, LIPI. Profesor Riset Pusat Penelitian Fisika LIPI, Dr. KH. Muhammad Waryani Fajar Riyanto. S.H.I., M.Ag Budayawan dan Dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Tomomi Sakura Ijuin, President of World Kids Museum (WKM), Tokyo Japan dan Peterson Menezes Pemerhati Budaya Indonesia dan Praktisi Bela Diri dari Brazil, Amerika Selatan. RED

Post Comment