Advertisement
!-- Header -->
Pasang Banner Warga Tegal Rejo Minta Semua Pihak Patuhi Putusan PN Kepanjen
Peristiwa Suara Desa

Pasang Banner Warga Tegal Rejo Minta Semua Pihak Patuhi Putusan PN Kepanjen

SPPT : Merusak Lahan Warga Sama Dengan Pidana dan Bisa Masuk Penjara..!

MALANG – Puluhan masyarakat yang mengatas namakan Serikat Perjuangan Petani Tegalrejo (SPPT) Kepanjen Malang, Jawa Timur, melakukan pemasangan banner kemenangan melawan pihak PTPN XII Kepanjen atas kasus sengketa lahan perkebunan, dalam sidang Pengadilan Negeri Kepanjen, beberapa waktu lalu.

Banner yang dipasang di 5 titik, sejak kemarin itu berisi 6 poin keinginan warga Desa Tegal Rejo agar seluruh pihak menaati keputusan Majelis Hakim PN Kepanjen, beberapa waktu lalu. Keenam keinginan SPPT tersebut antara lain :

1. Jalankan reforma agraria sejati sesuai Undang-Undang No. 50 tahun 1960 tentang peraturan pokok pokok tentang Agraria.

2. Jalankan SK Mendagri No.35-DA/88 tentang pemberian HGU atas nama PT. Perkebunan XXIII yang termaktub dalam diktum keempat dan kesepuluh

3. Jalankan SK Menteri Negara Agraria Kepala BPN No. 3-VIII-1996 tentang kebijaksanaan penataan kembali areal perkebunan dalam pengusahaan PT. Perkebunan XXIII yang termaktub dalam diktum pertama, kedua, dan ketiga

4. Jalankan SK Menteri Negara Agraria/ Kepala BPN No. 4-VIII-1996 tentang pembatalan secara parsial keputusan pemberian HGU kepada PT. Perkebunan XXXII yang termaktub dalam diktum pertama, kedua, ketiga, keempat dan kelima

5. Patuhi Putusan Pengadilan Negeri Kepanjen tanggal 31 Oktober 2019, pada perkara No. 93/Pdt.G/2019/PN.KPN terutama dalam pokok perkara yang mengatakan sertifikat HGU no. 2 tahun 2010 dan perpanjangannnya tahun atas nama PTPN XII yang diterbitkan oleh BPN RI c.q. Kantor Pertanahan Kabupaten Malang TIDAK SAH dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat.

6. PTPN XII harus mematuhi perintah – perintah di atas tanpa syarat. Apabila tidak dilaksanakan, maka akan dilakukan upaya paksa melalui aparat yang berwenang.

PARA PEJUANG LAHAN WARGA : Dari kiri Ludiantoko (Ketua SPPT), Kusnadi (Wakil Ketua SPPT), Edi Waluyo, Tokoh Pemuda. (RED)

Ketua SPPT Malang, Ludiantoko, menyampaikan, agar tidak ada lagi anggapan dari beberapa pihak, bahwa keputusan PN Kepanjen hanya ada di koran, maka pihaknya memasang banner di lima titik.

“Kalau sebelumnya ada yang mengabaikan dan bilang keputusan PN itu hanya ada di koran, sekarang tidak bisa lagi bilang begitu. Salinan putusan tersebut sudah di tangan masyarakat”, ujarnya.

Baca juga :  https://www.pedomanindonesia.com/diduga-oknum-karyawan-ptpn-xii-malang-aniaya-warga-buntut-sengketa-lahan/amp/

Banner-banner tersebut dipasang di
Bokor Sari, Dono Rejo, Bumi Rejo, Mulyo Sari, dan Tegal Rejo. Dia juga menyampaikan, pihaknya memasang banner agar seluruh pihak terkait memahami bahwa warga berhak mengelola tanah yang sebelumnya menjadi sengketa antara pihak PTPN XII melawan warga Tegal Rejo.

“Biar dipahami bersama. Biar diketahui bersama, bahwa apa yang dikerjakan warga atas lahannya itu sah sebagaimana keputusan PN. Bukan illegal. Oleh karena itu, siapapun yang ngotot melakukan pengerusakan atas lahan milik warga sama dengan pidana. Diproses secara hukum dan bisa masuk penjara..!,” imbuh Edi Waluyo, tokoh pemuda didampingi puluhan warga Tegalrejo. (TIM-RED)

 

Post Comment