!-- Header -->
Lumajang Peristiwa Politik & Pemerintahan

Pasar Yosowilangun Sempat Dianggarkan 2017

LUMAJANG – Ambruknya 5 kios Pasar Yosowilangun, Kabupaten Lumajang, beberapa waktu lalu, membuat Dinas Perdagangan langsung melakukan langkah percepatan perbaikan. Tahun ini juga diusahakan diperbaiki melalui dana APBD Perubahan atau PAK, meskipun anggarannya tidak terlalu besar.

“Tahun ini, bisa jadi dianggarkan melalui PAK. Tapi dana perbaikannya sementara untuk lima kios. Karena kalau perbaikannya secara keseluruhan masih menunggu tahun angaran 2021. Apalagi anggaran perbaikannya cukup besar,” ujar Ir. Hairil Diani, M.Si, Kepala Dindag Kabupaten Lumajang, Senin, 24 Pebruari 2020.

Dijelaskan, informasi dari petugas pasar dan perangkat desa, bahwa kios-kios yang roboh itu merupakan bangunan lama dan sudah waktunya direnovasi. “Itu pasar dibangun tahun 1981. Kalau dihitung sampai sekarang, berarti hampir 39 tahun. Karena bangunannya cukup lama, akhirnya roboh menimpa teras depan mengenai 5 kios yang berjajar di situ,” paparnya.

Baca : https://www.pedomanindonesia.com/pasar-yosowilangun-sempat-dianggarkan-2017/

Untuk sementara, dilakukan penanganan darurat dengan cara ditonjok dan secara swadaya pemilik kios juga sudah melakukan perbaikan sendiri. Pihaknya, ungkap Chairil, sudah meminta kepada petugas lapangan dan Dinas PU untuk  menghitung ulang terkait dengan kebutuhan perbaikannya.

“Insya Allah nanti kita ajukan melalui dana APBD 2021. Karena sekarang kan proses APBD 2020 sudah berjalan,” ujarnya. Disingung mengapa pasar yang lumayan besar ini tidak segera diperbaiki, Chairil menyampaikan, sebetulnya  Pasar Yosowilangun sudah dianggarkan tahun 2017 dan baru direalisasikan pada tahun 2018.

“Itupun perbaikannya diprioritaskan kios pasar bagian dalam yang kondisinya lebih parah dan anggarannya minim. Sementara kios bagian depan ditunda dulu”, ungkapnya.

Baca : https://www.pedomanindonesia.com/kios-yosowilangun-ambruk-makan-korban-luka/

Pihaknya, ungkap Chairil, akan mengusulkan kembali agar ada perbaikan menyeluruh kios Pasar Yosowilangun bagian depan. “Kemarin komisi B DPRD Lumajang juga sudah melakukan peninjauan dan meminta kami agar mengusulkan anggaran perbaikan”, tutur Hairil, panggilan karibnya.

Pasar Yosowilangun bagian depan ada 42 kios. Kios kios itu  berisi beragam jenis dagangan.  Kebetulan, yang roboh itu kios  konveksi yang malam itu satu-satunya kios yang buka dan menjadi korban. DIN

Post Comment