Advertisement
!-- Header -->
Kesehatan Lumajang Peristiwa Politik & Pemerintahan

Pasien Positif Covid-19 Ada Yang Tampak Sehat, Bupati : MI Positif Corona

Advertisement

LUMAJANG –  Bupati Lumajang, H. Thoriqul Haq, M.ML, menyampaikan, pemerintah kabupaten tidak memiliki kewenangan untuk mengumumkan hasil sebelum diumumkan oleh pemerintah pusat dan provinsi.

“Jenjangnya, pemerintah pusat mengumumkan melalui menteri kesehatan. Kemudian turun ke pemerintah provinsi. Pemerintah provinsi kemudian menggumumkan siapa saja yang dinyatakan positif Covid-19 ke Pemerintah Kabupaten”, kata Cak Thoriq, Selasa, 31 Maret 2020.

“Kita selalu update data dari Provinsi Jawa Timur jika ada tambahan yang positif corona di semua kabupaten di Jawa timur, termasuk di kabupaten Lumajang. Contoh kemarin. Begitu ada tambahan dari 1 orang menjadi 3 orang yang positif dari pemerintah Provinsi  Jawa Timur, maka saya sebagai bupati, mengumumkan terkait nama nama itu”, tukasnya.

Jadi menurutnya, semua yang diumumkan itu berdasarkan hasil swab. Apa mungkin pemerintah berbohong? Cak Thoriq, menyampaikan tidak mungkin pemerintah melakukan hal itu (bohong).

Bupati  mengaku tidak ingin masyarakat Lumajang teridentifikasi positif corona. Justru yang Ia inginkan masyarakat Lumajang sehat dan tidak ada tambahan yang positif corona.

Cak Thoriq, lewat FB nya (video), membacakan surat dari Provinsi Jawa Timur yang ditanda tangani oleh Sekdaprov. Surat yang ditujukan kepada bupati tersebut berbunyi ;

“Sehubungan dengan upaya untuk memutus rantai penularan covid-19 dan penanganan secara tuntas, maka bersama ini kami sampaikan, untuk kasus penderita konfirmasi positif covid-19 dari hasil Public Health Emergency Operation Center Posko KLB Kementerian Kesehatan, dengan inisial MI (umur 59 tahun), jenis kelamin laki-laki, berasal dari Kabupaten Lumajang, dinyatakan positif covid-19”.

Baca juga : https://www.pedomanindonesia.com/covid-19-serang-randuagung-dan-sukodono-2-orang-positif/

“Surat-surat ini secara pribadi disampaikan kepada kami. Kalau kami harus menyampaikan kepada masyarakat umum hal ini tidak mungkin”, ungkapnya.

Karena MI dinyatakan positif covid-19, maka Ia harus diisolasi diri. Yang bersangkutan dan pasien lain yang dinyatakan positif covid-19, tandas Cak Thoriq, harus mau dilakukan isolasi diri.

“Tentu yang memiliki riwayat sakit isolasinya di rumah sakit. Karena sewaktu-waktu virus corona memungkinkan orang lain tertular dan kondisinya lebih buruk. Termasuk bila ada yang positif corona tetapi tidak kooperatif, maka dengan berat hati kami akan lakukan isolasi di rumah sakit”, paparnya.

Mantan aktivis mahasiswa ini, juga menyampaikan, corona bukan aib. Bukan hal buruk dan  semua bisa kenak. Menteri, wali kota, dan bupati ada yang kenak. Ada yang positif.

“Bahkan istri perdana menteri di Inggris ada yang kena. Positif corona. Mereka yang positif  bukan akibat melakukan hal – hal di luar norma-norma kehidupan sosial. Bukan. Tapi mereka memang diisolasi agar tidak menyebar ke orang lain”, ungkapnya.

Sementara Kadinkes Lumajang, dr. Bayu Wibowo, saat mendampingi Cak Thoriq, menyampaikan, kondisi orang yang terlihat sehat dan masih muda memungkinkan positif corona.

“Memungkinkan. Karena orang yang sehat gejalanya tidak terlihat langsung. Karena pertahanan tubuhnya bagus. Namanya carier. Tapi dia berpotensi menularkan kepada orang lain. Itu yang berbahaya. Merasa sehat tapi hasil swab positif tetap harus diisolasi”, tuturnya.

MI POSITIF COVID-19 : Bupati Lumajang, dr. Bayu, dan pihak RSUD dr. Haryoto Lumajang, saat menyampaikan positif (corona virus) tidaknya seseorang. DIN

Dokter Bayu juga menyampaikan, jika daya tahan tubuh pasien yang positif corona bagus, maka masa isolasi 2 minggu kedepan virusnya akan mati.

Cak Thoriq menyampaikan, pasien positif covid-19 berinisial MI, sudah dilakukan swab sebanyak  3 kali. Awal masuk rumah sakit (hari pertama dan kedua). Lalu hari ke 7 ketika hendak pulang. Hasilnya kemudian dikirim ke Jakarta untuk konfirmasi.

“Dan hasil dari Provinsi Jawa Timur, MI dinyatakan positif. Maka yang terbaik isolasi. Ayo isolasi”, paparnya sambil memegang surat tersebut.

Bupati juga mengaku mendengar ada salah satu yang positif corona, masih keliling keliling. “Dia terlihat sehat tapi bagaimana dengan orang yang ada di sekitarnya. Bisa tertular”, paparnya.

Cak Thoriq mengajak masyarakat Lumajang untuk bersama-sama memahami dan mencegah corona. “Pemerintah tidak akan menutup – nutupi informasi terkait corona. Tidak ada informasi yang kami kurangi. Tidak ada informasi yang kami lebih lebihkan”, imbuhnya. DIN

Post Comment