!-- Header -->
Pegiat Sejarah : Patung Jaran (Kencak) Silahkan Dipindah Asal Jangan Jadi Icon Lumajang
Peristiwa

Pegiat Sejarah : Patung Jaran (Kencak) Silahkan Dipindah Asal Jangan Jadi Icon Lumajang

LUMAJANG, PEDOMANINDO.com – Dibongkar atau dipindahnya patung Jaran (Kencak), di Alun-Alun Kota Lumajang, Jawa Timur, mendapat respon dari pegiat sejarah, Lutfia Amerta Sanjiwani.

Menurutnya, pembongkaran atau pemindahan tersebut merupakan langkah bagus, mengingat hingga kini keberadaan patung tersebut tidak jelas posisinya sebagai apa.

“Apakah sebagai icon Lumajang atau hanya sebagai hiasan,” ujarnya, Rabu (6/9). Dia tidak mempersoalkan apakah dipindahkannya karena alasan dekat tempat ibadah atau tidak. Lutfia lebih banyak melihat sisi kesejarahannya ketimbang sisi agama.

“Saya bukan ahli agama. Silahkan kawan-kawan melihat dari sisi itu. Yang jelas dari data sejarahnya belum ada yang menyatakan Jaran (Kencak) itu icon Lumajang. Kalau misalnya itu dianggap icon Lumajang kayaknya kurang pas, ya,” ujar alumnus Universitas Negeri Malang ini.

Lutfia Amerta Sanjiwani, Pegiat Sejarah Lumajangn Jawa Timur.

Dipaparkan, untuk menentukan sebuah icon, maka perlu ada kajian dan penelitian secara akademis. Seluruh sumber data yang ada digali, dipelajari, dan dikaji secara komprehensif untuk menentukan benar tidaknya.

“Tidak ujuk-ujuk dijadikan icon tanpa melakukan penelitian dan kajian akademis. Gak bisa begitu,” ungkapnya.

Jaran Kencak sendiri, menurut Lutfi, datanya beragam. Ada yang menyebutkan, asalnya berasal dari Turki Otoman, berasal dari Sejarah Nabi Sulaiman, pengaruh dari Demak dan Mataraman. “Ini perlu dikaji lebih jeli, apa sebenarnya icon Lumajang. Jaran Kencak misalnya, apa sih kaitannya dengan Lumajang?,” paparnya.

Perempuan berjibab ini tidak mempersoalkan patung Jaran (Kencak) mau dipindah dan dipasang dimana saja. Yang penting pemasangannya bukan karena sebagai icon Lumajang. FIK