!-- Header -->
Hukum Lumajang Peristiwa

PDI Perjuangan Meradang, Solikin : Usut Tuntas Dalang dan Aktor Intelektual Pembakaran Bendera PDI Perjuangan.!!

LUMAJANG – Insiden pembakaran bendera PDI Perjuangan, di Jakarta, belum lama ini, membuat seluruh kader dan pengurus PDI Perjuangan di Indonesia, termasuk DPC PDI perjuangan Lumajang, meradang.

Sabtu (27 Juni 2020) siang, mereka mendatangi Mapolres Lumajang dan melaporkan insiden tersebut. Seluruh pimpinan DPC PDI Perjuangan, ikut mendatangi Mapolres. Rombongan pengurus dan kader, diterima oleh Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Masykur, SH. Karena saat itu Kapolres ada kegiatan di luar kantor.

Solikin, Ketua DPC PDIP Perjuangan Lumajang, menyampaikan, pihaknya melakukan laporan insiden pembakaran bendera tersebut sebagai bentuk kepedulian kader PDI Perjuangan kepada partai. Sekaligus ini upaya proses dan penegakan hukum di Indonesia.

“Hukum harus ditegakkan. Proses semua pelaku pembakaran bendera PDI Perjuangan dan aktor intelektualnya! Ini negara hukum. Hukum harus ditegakkan..! Sebagai kader, kami tidak terima bendera PDI Perjuangan sebagai simbol partai diinjak-injak, dibakar oleh orang yang tidak bertanggung jawab!”, ungkapnya dengan semangat perjuangan 45, usai mendatangi Mapolres Lumajang.

Mantan anggota DPRD Lumajang ini, menyampaikan, pihaknya diminta oleh Pimpinan Pusat PDI Perjuangan agar tetap tenang, walaupun proses hukum harus tetap dilanjutkan dan dituntaskan hingga pelakunya tertangkap serta diproses secara hukum.

Solikin meminta agar jangan sampai permasalahan-permasalahan yang timbul ujung-ujungnya melakukan kegiatan yang justru memprovokasi pihak lain, termasuk merendahkan pihak lain dengan membakar bendera partai. Bendera siapapun, termasuk bendera PDI Perjuangan, bila dibakar tidak akan terima karena merendahkan pihak lain.

LAPORKAN PEMBAKAR BENDERA : DPC Perjuangan Lumajang, saat melaporkan Bendera PDI Perjuangan, di Mapolres Lumajang. RED

“Itu sudah di luar batas-batas dari demokrasi. Itu sudah masuk pada pelecehan dan merendahkan pihak lain. Demokrasi tidak begitu. Ada aturan aturan, norma-norma yang harus ditaati bersama,” tukasnya.

Solikin juga menyampaikan pihak Polres Lumajang telah menerima laporannya dan siap menyampaikan ke atasannya.

“Kami minta pihak kepolisian segera menyelesaikan masalah ini. Menemukan dan menangkap pelaku pembakaran dan aktor intelektualnya secepat mungkin agar permasalahan ini segera selesai”, imbuhnya. DIN

Post Comment