!-- Header -->
Pelantikan Pengurus YJI Lumajang, Dr. Mashoed : Penyakit Jantung, Deabetes, Stroke Teratas
Kesehatan Lumajang Politik & Pemerintahan

Pelantikan Pengurus YJI Lumajang, Dr. Mashoed : Penyakit Jantung, Deabetes, Stroke Teratas

LUMAJANG – Pelantikan Pengurus Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Lumajang, Jawa Timur, masa bakti 2020-2025, digelar di Pendopo Kabupaten Lumajang, pada Rabu, 12 Februari 2020.

Dalam kepengurusan tersebut Bupati dan Wakil Bupati Lumajang diposisikan sebagai penasehat. Sedangkan pengurus inti antara lain Ketua dr. Bayu Wibowo, IGN, Wakil Ketua dr. Halimi Maksum, Sekretaris dr. Rosyidah, dan Bendahara Iswahyudi. Selain 4 pengurus inti dibawahnya ada beberapa bidang.

Dalam sambutannya, Ketua YJI  Cabang Utama Jawa Timur, Dr. H. Mashoed, M. Si, periode 2019-2024 menyampaikan, pengurus YJI tidak harus seorang dokter. Tapi kalau dokter itu lebih bagus. Disampaikan, penyakit jantung dan pembuluh darah menjadi menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di Indonesia.  Sama dengan penyakit stroke dan diabetes. Kematian sekarang disebabkan oleh generatif karena gaya hidup di masyarakat.

Kalau masa lalu yang dikonsumsi itu makanan sehat, sekarang masyarakat lebih menyukai makanan instan, makanan cepat saji yang tinggi kalori dan lemak, ditambah lagi olahraga belum menjadi kebiasaan sehari-hari. Sehingga memunculkan penyakit generatif.

Tahun 1990, penyakit jantung, stroke, dan diabetes, belum masuk ke dalam 10 besar penyebab kematian di Indonesia. Baru tahun 2014, ketiganya ada di urutan teratas penyebab kematian di Indonesia. Sementara penyakit akibat infeksi juga masih tetap mengancam kesehatan di Indonesia.

Prevalensi penyakit jantung koroner, berdasarkan diagnosis di Indonesia 0,5% atau sekitar 883.447 orang dan diagnosis dokter atau gejala sebesar 650.340 orang/ penderita. Provinsi tertinggi prevalensi penyakit jantung adalah Jawa barat. Gejala tertinggi di Provinsi Jawa Timur sebesar 375.127 orang penderita.

Prevalensi penyakit gagal jantung di Indonesia, tahun 2013, sebesar 0,13% atau diperkirakan 229.696. Sedangkan berdasarkan diagnosis dokter gejala terbesar sebesar 0,3% atau diperkirakan 530.068. Berdasarkan diagnosis dokter, estimasi jumlah penderita penyakit gagal jantung terbanyak terdapat di Provinsi Jawa Timur, yakni sebanyak 54.826 orang atau 0, 19%.

“Stroke dan gagal jantung banyak ditemukan pada umur 45 sampai 54 tahun, 55 sampai 64 tahun, 65 sampai 74 tahun.  Namun berdasarkan diagnosa gejala penyakit jantung koroner, stroke, dan gagal jantung cukup banyak pada penduduk kelompok umur 15 sampai dengan 24 tahun. Lebih banyak terjadi pada perempuan ketimbang laki-laki. Ini data hasil penelitian”, paparnya.

Maka dari itu perlunya dibentuk YJI di Lumajang untuk membantu pemerintah di bidang kesehatan agar tercipta masyarakat yang sehat, sejahtera, dan terhindar dari penyakit jantung dan pembuluh darah sebagaimana visi YJI, yakni Pelopor Gaya Hidup Sehat.

Ia menambahkan, misi YJI antara lain : pertama, meningkatkan pengetahuan, kesadaran masyarakat akan pentingnya upaya pencegahan penyakit jantung dan pembuluh darah melalui panca usaha jantung sehat. Kedua, melaksanakan tata kelola organisasi melalui visit good government. Ketiga,  membangun kemitraan dengan seluruh stakeholder atau pemangku kepentingan.

Ia menambahkan, agar terhindar dari penyakit tersebut maka perlu sehat. “SEHAT. S maksudnya seimbangkan gizi.  E=Enyahkan rokok. H = Hadapi stress. A = Awasi tekanan darah. T = Teratur olahraga”, tuturnya.

 

Mashoed berharap agar dibentuk KJS (Klub Jantung Sehat) dan KJR (Klub Jantung Remaja) di setiap lokasi yang dapat melakukan senam jantung sehat, khususnya anak-anak sekolah.

“Di masyarakat juga perlu adanya relawan yang mengabdikan diri, tenaga, dan pikirannya di KJS dan KJR sebagai pelapor gaya hidup sehat,” imbuhnya.

Ir. Nugroho Dwi Atmoko, Asisten Pemkab Lumajang, saat memberikan sambutan mewakili Bupati, menyampaikan, usia harapan hidup masyarakat Indonesia saat ini sudah cukup bagus.

“Kalau data yang kami baca, sekarang rata-rata usia harapan hidup masyarakat Indonesia sudah 71 tahun (untuk kaum laki-laki usia harapan hidupnya lebih rendah ketimbang kaum ibu-ibu yang harapan hidupnya 74 tahun). Di Lumajang, usia harapan hidup 69 tahun”, ungkapnya.

Di Lumajang, ujar Nugroho, ada namanya GEMASADORA  (Gerakan Masyarakat Suka dan Sadar Olahraga. Setiap saat, di pelosok pelosok, masyarakat sudah mulai menyadari pentingnya aktivitas fisik, olahraga. “Semoga ini menjadi pola dan gaya hidup sehat”, ujarnya. DIN

 

Post Comment